Text
Analisis Usahatani Jagung Manis di Kecamatan Tambang Kabupaten Kampar Provinsi Riau
Jagung manis (Zea mays saccharata) merupakan salah satu tanaman pangan yang bernilai ekonomis dan memiliki kandungan gizi tinggi, serta mudah diolah menjadi berbagai produk pangan. Komoditas ini tidak hanya penting dalam memenuhi kebutuhan pangan masyarakat, tetapi juga berperan dalam meningkatkan pendapatan petani dan mendukung ketahanan pangan nasional. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis: (1) Karakteristik petani dan profil usahatani jagung manis di Kecamatan Tambang Kabupaten Kampar Provinsi Riau. (2) Teknik budidaya usahatani jagung manis di Kecamatan Tambang Kabupaten Kampar Provinsi Riau. (3) Usahatani Jagung manis yang meliputi penggunaan faktor produksi, besaran biaya produksi, penerimaan, pendapatan, efisiensi, dan Break even point usahatani jagung manis di Kecamatan Tambang Kabupaten Kampar Provinsi Riau. Penelitian ini menggunakan metode survei yang dilakukan di empat desa yaitu Desa Kemang Indah, Desa Kuapan, Desa Tarai Bangun, dan Desa Kualu di Kecamatan Tambang Kabupaten Kampar Provinsi Riau pada bulan Februari hingga Juli 2025. Pemilihan responden dilakukan dengan metode sensus dengan jumlah responden sebanyak 50 petani jagung manis. Selanjutnya penelitian ini dianalisis secara deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa karakteristik petani jagung manis di Kecamatan Tambang Kabupaten Kampar adalah rata-rata umur 52 tahun, rata-rata tingkat pendidikan yaitu 9 tahun (SMP), rata-rata pengalaman berusahatani yaitu 13 tahun dan rata- rata jumlah anggota keluarga petani adalah 4 orang. Sedangkan profil usaha diperoleh rata-rata luas lahan produksi kurang dari 0,5 Ha sebanyak 41 orang, status lahan merupakan milik sendiri, rata-rata modal awal usaha Rp8.910.000,00, rata- rata produksi yaitu 3.833 Kg/Garapan/MT dan produktivitasnya sebesar 8.442 Kg/Garapan/MT. Teknik budidaya jagung manis di Kecamatan Tambang meliputi pengolahan lahan tanpa bedengan, penanaman dengan jarak tanam bervariasi yaitu 60 x 25 cm, 75 x 35 cm , 70 x 25 cm dengan satu benih/lubang, pemupukan kombinasi kimia dan organik diantaranya yaitu Pupuk kandang, Dolomit, Urea, NPK, Phonska, TSP, dan KCL. penyiangan dan pembumbunan dilakukan secara manual, serta pengendalian hama dan penyakit seperti ulat daun dan bulai dengan menggunakan kimia. Panen dilakukan saat umur 65–70 HST saat tongkol berada pada fase masak susu. Biaya produksi sebesar Rp8.055.832,00/Garapan/MT, pendapatan kotor sebesar Rp17.978.000,00/Garapan/MT, pendapatan bersih sebesar Rp9.922.168,00/Garapan/MT, nilai RCR (Revenue Cost Ratio) diperoleh sebesar 2,08, BEP produksi 1.721 Kg/Garapan/MT, dan BEP harga Rp2.102,00/Kg/Garapan/MT.
No other version available