Text
Peran Psikologi Dalam Mitigasi Konflik Perkebunan Kelapa Sawit Di Kabupaten Kampar
Keberhasilan Pemerintah Kabupaten Kampar yang sudah mengalihkan komoditi karet kepada komoditi perkebunan kelapa sawit akhir-akhir ini sering munculnya konflik. Konflik menjadi bagian dari kehidupan manusia. Karena setiap manusia memiliki perasaan, pendirian maupun latar belakang kebudayaan yang berbeda. Salah satu bentuk konflik yang sering terjadi selama 30 tahun terakhir juga dialami masyarakat lokal, yaitu terjadinya kontradiksi dan pengalaman dramatik berkenaan dengan pemanfaatan lahan. Konflik yang terjadi terus menerus baik antar individu maupun kelompok, dapat menimbulkan dampak psikologis yang sangat signifikan terhadap pihak-pihak yang berkonflik. Psikologi memainkan peran vital dalam menangani konflik kelompok dilingkungan masyarakat. Dalam konteks ini, pemahaman mendalam tentang psikologi membantu membuka pintu untuk solusi yang efektif. Peran psikologi dalam kajian ini yang paling baik untuk mengurangi dan menghilangkan konflik adalah dengan cara mitigasi konflik. Mitigasi merupakan upaya untuk mengurangi resiko dan dampak bencana. Mitigasi dapat dilakukan melalui pembangunan fisik, penyadaran, dan peningkatan kemampuan menghadapi ancaman dan bencana. Mitigasi ini sangat diperlukan saat ini, karena dibeberapa wilayah Kabupaten Kampar telah terjadi konflik yang berkepanjangan berkaitan dengan pengelolaan perkebunan kelapa sawit.
No other version available