Text
PROSES ADOPSI APLIKASI IDENTITAS KEPENDUDUKAN DIGITAL DI KOTA PEKANBARU
Penelitian ini menganalisis proses adopsi Aplikasi Identitas Kependudukan Digital (IKD) di Kota Pekanbaru menggunakan Teori Difusi Inovasi Rogers. Dengan penduduk mencapai 1.167.599 jiwa, Pekanbaru menghadapi tantangan keterbatasan blangko KTP fisik dan kebutuhan modernisasi administrasi kependudukan. Penelitian kualitatif ini menggunakan teknik wawancara, observasi, dan dokumentasi untuk mengkaji lima tahapan adopsi inovasi: knowledge, persuasion, decision, implementation, dan confirmation. Hasil menunjukkan bahwa IKD yang diinisiasi tahun 2021 dan disosialisasikan tahun 2022 telah mencapai 111.201 aktivasi pada tahun 2024. Masyarakat menunjukkan sikap positif terhadap IKD karena kemudahan tidak perlu membawa KTP fisik, meskipun masih terdapat kekhawatiran terkait keamanan data. Proses implementasi berjalan baik namun menghadapi kendala teknis seperti batasan teknologi perangkat, keterbatasan jaringan di beberapa lokasi, dan masalah autentikasi sistem. IKD berhasil mengintegrasikan dokumen identitas penting, dengan masukan dari masyarakat untuk mengintegrasikan lebih banyak layanan lintas instansi menjadi solusi terpadu dalam satu aplikasi. Penelitian menyimpulkan bahwa transformasi digital administrasi kependudukan melalui IKD merupakan langkah signifikan menuju konsep Pekanbaru Smart City, meski masih memerlukan pengembangan berkelanjutan untuk meningkatkan akseptabilitas dan efektivitas layanan
No other version available