Text
SIMULASI SIRKULASI LUMPUR DARI HASIL PENGUJIAN LABORATORIUM MENGGUNAKAN ADITIF KCl dan CaCO3
Proses pembersihan lubang bor merupakan salah satu aspek krusial dalam operasi pemboran minyak dan gas bumi. Efektivitas pengangkutan cutting sangat dipengaruhi oleh sifat rheologi lumpur pemboran. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penambahan aditif Kalium Klorida (KCl) dan Kalsium Karbonat (CaCO3) terhadap sifat fisik dan rheologi lumpur berbasis air (Water Based Mud/WBM), serta mengevaluasi performa sirkulasi lumpur berdasarkan hasil pengujian laboratorium melalui simulasi menggunakan software Landmark. Metode penelitian mencakup pengujian laboratorium terhadap beberapa formulasi lumpur: lumpur standar, lumpur dengan KCl 6 gr, CaCO3 6 gr, kombinasi KCl 5 gr + CaCO3 5 gr, dan KCl 0,8 gr + CaCO3 1,9 gr. Parameter yang diuji meliputi densitas, viskositas, Plastic Viscosity (PV), Yield Point (YP), Gel Strength, pH, dan laju filtrasi. Hasil laboratorium kemudian digunakan sebagai input simulasi sirkulasi pada software Landmark untuk menganalisis volume cutting, suspended volume, cutting bed height, dan kebutuhan flow rate di sepanjang lintasan sumur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan aditif KCl dan CaCO3 secara signifikan meningkatkan nilai YP dan Gel Strength, yang berperan penting dalam menjaga partikel cutting tetap tersuspensi. Formulasi lumpur dengan kombinasi KCl 5 gr dan CaCO3 5 gr terbukti paling efektif dalam menurunkan akumulasi cutting bed dan mempertahankan volume suspended cutting di atas standar efisiensi (>70%). Simulasi juga menunjukkan penurunan kebutuhan flow rate secara signifikan di bagian bawah sumur, menandakan efisiensi sirkulasi yang tinggi.
No other version available