Text
Horor Sebagai Mitos Pada Komodifikasi Budaya Studi Pada Film Pengabdi Setan 2: Communion
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis horor sebagai mitos dalam komodifikasi budaya melalui studi pada film “Pengabdi Setan 2: Communion”. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis semiotika Roland Barthes guna mengidentifikasi tanda-tanda dan makna mitos horor yang dikonstruksi dalam film. Data dikumpulkan melalui observasi mendalam pada adegan-adegan utama, dokumentasi, dan studi pustaka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa film “Pengabdi Setan 2: Communion” tidak hanya menampilkan horor sebagai hiburan, tetapi juga sebagai representasi mitos yang mengakar dalam budaya masyarakat Indonesia. Unsur-unsur horor seperti hantu, arwah gentayangan, dan ritual diolah menjadi simbol-simbol budaya yang kemudian dikomodifikasi melalui media film. Komodifikasi ini menjadikan mitos horor sebagai produk budaya yang dapat dikonsumsi secara massal, sekaligus memperkuat identitas budaya lokal di tengah arus globalisasi. Film ini memanfaatkan kekuatan mitos untuk menarik minat penonton, baik di tingkat nasional maupun internasional, tanpa kehilangan ciri khas keindonesiaannya. Penelitian ini juga menemukan bahwa komodifikasi horor dalam film berdampak pada pelestarian sekaligus transformasi nilai-nilai budaya, di mana mitos lama diadaptasi ke dalam konteks modern melalui media populer. Kesimpulannya, horor sebagai mitos dalam film berperan ganda, yaitu sebagai penguat identitas budaya dan sebagai komoditas . Penelitian ini merekomendasikan agar sineas dan pelaku industri kreatif lebih kritis dalam mengangkat unsur budaya lokal agar tidak sekadar menjadi komoditas, tetapi juga sarana edukasi dan pelestarian budaya.
No other version available