Text
ANALISIS PENYEBARAN PENCEMARAN TANAH DAN AIR TANAH DARI KONTAMINASI LIMBAH B3 MENGGUNAKAN METODA RESISTIVITAS GUDANG "X" SUNGGUMINASA DI KEC. SOMBA OPU, KAB. GOWA, PROVINSI SULAWESI SELATAN
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penyebaran pencemaran tanah dan air tanah akibat kontaminasi limbah B3 di Gudang “X” Sungguminasa, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan. Metode yang digunakan meliputi metode geolistrik, analisis geokimia air tanah, dan analisis geokimia tanah. Hasil interpretasi data geolistrik menunjukkan adanya sebaran kontaminasi minyak transformator pada kedalaman kurang dari 1 meter hingga 3 meter, yang ditunjukkan oleh nilai resistivitas rendah (< 33,3 ?m). Uji kualitas air tanah menunjukkan kandungan logam Besi (Fe) melebihi batas baku mutu pada beberapa stasiun pengamatan, yaitu stasiun 1 (0,638 mg/l), stasiun 2 (0,375 mg/l), stasiun 3 (0,481 mg/l), dan stasiun 5 (0,453 mg/l). Sementara itu, kandungan Mangan (Mn) juga melebihi ambang batas di stasiun 1 dengan nilai 0,14 mg/l. Analisis geokimia tanah menunjukkan kandungan Barium (Ba) melampaui ambang batas baku mutu pada titik PLN2 kedalaman 0–0,5 cm (120 mg/l) dan 0,5–100 cm (105,4 mg/l). Kandungan logam berat Timbal (Pb) ditemukan melebihi ambang batas baku mutu pada hampir seluruh titik pengambilan sampel. Pada titik PLN1, konsentrasi Pb sebesar 0,574 mg/l di kedalaman 0–0,5 cm dan 0,560 mg/l di kedalaman 0,5–100 cm. Titik PLN2 menunjukkan nilai lebih tinggi, yaitu 1,23 mg/l di kedalaman 0– 0,5 cm dan 1,07 mg/l di kedalaman 0,5–100 cm. Sedangkan pada titik PLN3, nilai Pb adalah 0,645 mg/l (0–0,5 cm) dan 0,577 mg/l (0,5–100 cm). Hal ini menunjukkan adanya potensi risiko terhadap lingkungan dan kesehatan masyarakat di sekitar lokasi penelitian.
No other version available