Text
EVALUASI PROGRAM BANTUAN PREMI BPJS KETENAGAKERJAAN UNTUK NELAYAN DI KABUPATEN KEPULAUAN ANAMBAS
Penelitian ini bertujuan mengevaluasi Program Bantuan Premi BPJS Ketenagakerjaan untuk nelayan di Kabupaten Kepulauan Anambas serta mengidentifikasi faktor penghambat pelaksanaannya. Kerangka analisis menggunakan teori evaluasi dari Pearce dan Robinson, yang mengukur efektivitas implementasi program melalui empat dimensi tanggung jawab: ekonomi, hukum, etis, dan diskresi. Pendekatan ini dipilih karena bersifat multidimensional, sehingga tidak hanya menilai pencapaian target kepesertaan, tetapi juga mempertimbangkan faktor sosial, ekonomi, hukum, dan administratif yang memengaruhi keberhasilan program. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif fenomenologis. Data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi, dan studi dokumentasi, kemudian dianalisis dengan teknik reduksi, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan: (1) Ekonomi – program memberikan manfaat nyata berupa Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM), namun distribusinya belum merata akibat disparitas kepesertaan antar kecamatan; (2) Hukum – memiliki dasar hukum kuat melalui Peraturan Daerah, namun terkendala proses klaim lambat dan minim transparansi; (3) Etis – belum sepenuhnya mencerminkan prinsip keadilan sosial karena akses layanan di daerah terpencil masih terbatas; (4) Diskresi – terdapat inisiatif positif seperti beasiswa untuk anak nelayan, namun kolaborasi lintas lembaga masih minim. Faktor penghambat meliputi keterbatasan informasi, kondisi geografis kepulauan, dan lemahnya koordinasi antar instansi. Kesimpulannya, program ini berada di jalur yang tepat, namun memerlukan perbaikan struktural dan kultural untuk menjamin manfaatnya dirasakan secara adil dan berkelanjutan.
No other version available