Text
ANALISIS PERENCANAAN STRUKTUR BANGUNAN BERTINGKAT AKIBAT PERUBAHAN FUNGSI BANGUNAN
ANALISIS PERENCANAAN STRUKTUR BANGUNAN BERTINGKAT AKIBAT PERUBAHAN FUNGSI BANGUNAN M FAIS ARMAYADI 213110729 ABSTRAK Perubahan fungsi bangunan dari hunian menjadi fasilitas pelayanan umum, seperti rumah sakit, menimbulkan konsekuensi teknis terhadap struktur bangunan, khususnya dalam aspek ketahanan terhadap gempa. Hal ini disebabkan oleh perubahan klasifikasi tingkat risiko dari Risiko II menjadi Risiko IV sesuai SNI 1726:2019, yang mengakibatkan peningkatan beban gempa rencana dan pengetatan batasan deformasi struktur. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mengevaluasi kinerja struktur eksisting dengan Sistem Ganda pada bangunan rumah susun 9 lantai di Jakarta dengan ketinggian 31 meter, yang direncanakan untuk dialihfungsikan menjadi rumah sakit. Metode analisis dilakukan menggunakan perangkat lunak pemodelan struktur dengan pendekatan respons spektrum berdasarkan SNI 1726:2019. Beban mati dan beban hidup diperhitungkan masing-masing mengacu pada SNI 1727:2020 dan PPIUG-1983. Pemodelan struktur dianalisis menggunakan dua pendekatan sistem struktur, yaitu Sistem Rangka Pemikul Momen Khusus (SRPMK) dan Sistem Ganda, yang merupakan kombinasi antara SRPMK dan dinding geser, untuk mengevaluasi perbandingan kinerja dalam menahan deformasi lateral akibat gaya gempa. Hasil analisis menunjukkan bahwa pada arah X, simpangan maksimum SRPMK sebesar 57,94 mm dan sistem ganda sebesar 57 mm. Sementara pada arah Y, simpangan maksimum SRPMK mencapai 72,98 mm, sedangkan sistem ganda sebesar 54,08 mm. Meskipun kedua sistem belum memenuhi batas simpangan antar lantai untuk Kategori Risiko IV, sistem ganda menunjukkan kinerja struktural yang lebih baik dalam mengendalikan deformasi lateral. Dengan demikian, sistem ganda pada struktur eksisting masih dapat dipertahankan dengan evaluasi dan perkuatan pada elemen-elemen kritis.
No other version available