Text
Strategi Pengembangan Usahatani Jambu Bji Krstal di Kecamatan Kuok Kabupaten Kampar Provnsi Riau.
Strategi Pengembangan Usahatani Jambu Bji Krstal di Kecamatan Kuok Kabupaten Kampar Provnsi Riau. Bimbingan Bapak Prof. Dr. Ir. H. Ujang Paman Ismail, M.Agr Kecamatan Kuok merupakan salah satu Kecamatan penghasil Jambu Bji Krstal di Kabupaten Kampar Provnsi Riau. Usaha Jambu Bji Krstal di daerah tersebut dilakukan secara tradisional oleh petani sehingga hasilnya belum maksimal. Penelitian ini bertujuan untuk Mengidentifikasi faktor internal dan eksternal usahatani Jambu Biji Kristal di Kecamatan Kuok Kabupaten Kampar Provinsi Riau, Menyusun strategi pengembangan usahatani Jambu Biji Kristal di Kecamatan Kuok Kabupaten Kampar Provinsi Riau. Penelitian ini menggunakan metode survei yang dilaksanakan di Kecamatan Kuok Kabupaten Kampar Provnsi Riau dari bulan februari 2024 sampai Juli 2024. Penelitian ini menggunakan data primer dan skunder. Analisis data menggunakan analisis deskriptif kualitatif dan kuantitaf. Karakteristik petani menunjukkan bahwa umur petani termasuk umur prouktif bekerja yaitu dibawah 65 tahun. Rata-rata lama pendidikan yaitu 12 tahun (SMA). Rata-rata lama pengalaman petani adalah 13 tahun, jumlah tanggungan keluarga petani sebanyak 3 jiwa. Penggunaan modal yang dikeluarkan petani Rp. 50.000.000. jumlah tenaga kerja yang gunakan dalam usahatani jambu biji kristal sebanyak 1 jiwa.Rata-rata penggunaan tenaga kerja dalam keluarga pada usahatani jambu yaitu sebesar 2,36H0K/Garapan/Tahun. Rata-rata penggunaan pupuk NPK sebanyak 21 kg dan pupuk urea sebanyak 58 kg/ Garapan/Tahun. Rata-rata total biaya variabel Rp 1.662.674,35Garapan/Tahun, total biaya tetap Rp. 140.945,45 Garapan/ Tahun, dan total biaya produksi Rp. 1.803.619,81 Garapan/Tahun. Rata-rata Pendapatan kotor sebesar Rp 8.571.428,57/Garapan/Tahun dengan pendapatan bersih sebesar Rp. 6.767.808,77 Garapan/Tahun dan RCR sebesar 4,75. Pengambilan sampel dilakukan dengan metode sensus, sebanyak 22 orang petani. Berdasarkan hasil terdapat 8 faktor internal dan 8 faktor eksternal dimana didapat dari koordinat yang terletak pada kuadran 1. Hasil nilai skor faktor strategi internal lebih besar dari nilai skor strategi eksternal yang masing-masing sebesar 2,2 untuk strategi internal dan 1,91 untuk strategi eksternal, sehingga strategi pengembangan usahatani jambu biji lebih memanfatkan kekuatan dan meminimalisir kelemahan daripada peluang dan ancaman yang terjadi.
No other version available