Text
Analisis kriminologi akibat kecanduan game oline di mts ypui teratak
Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi yang begitu pesat saat ini membuat. masyarakat, penggunaan internet tahun ketahun semakin meningkat, karena dengan mudahnya mengakses internet menyebabkan para remaja banyak menggunakannya untuk memainkan game online, para remaja sering beranggapan bahwasanya dapat mengurangi rasa stres dan dapat juga menghasilkan uang melalui game online. Karena hal tersebut banyak remaja yang terlena dan menjadi kecanduan bermain game online tersebut. Tipe Penelitian ini adalah deskriptif kualitatif yang menggunakan metode kualitatif. yaitu penelitian yang bersifat deskriptif. Cara yang paling praktis dilakukan adalah dengan melakukan in-depth interview (wawancara mendalam). Menurut Bungin (2007:108), wawancara mendalam merupakan proses memperoleh keterangan untuk tujuan penelitian dengan cara tanya jawab sambil bertatap muka antara pewawancara dengan informan atau orang yang diwawancarai, dengan atau tanpa menggunakan pedoman wawancara. Pada penelitian ini, penulis menjadikan key informan dan informan sebagai dari objek penelitian. Karena dengan melakukan wawancara kepada key informen dan informen untuk mendapatkan jawaban dari hasil penelitian terkait akibat yang ditimbulakan dari kecanduan dari game online.. Untuk mengatasi permasalahan tersebut maka diperlukan pendekatan melalui Sosial Bonding Theory, dimana ada 4 point yang harus diperhatikan terhadap anak, diantaranya Attachment (Kelekatan), merupakan kaitan Antara afektif seorang anak dengan tingkat penghargaan atas harapan orang tuanya, Commitment (Komitmen), disini juga dalam kasus kecanduan game online pada siswa, orang tua juga harus memberikan komitmen kepada anak dalam menggunakan gadget, Involvement (Keterlibatan), merupakan bagaimana keterlibatan seorang anak dalam mengisi waktu luang, dan disini juga peran kedua orangtua juga diikutsertakan, Belief (Kepercayaan), orang tua terhadap anak yang sudah kecanduan game online harus memberikan kepercayaan kepada diri anak, bahwa orangtuanya percaya anaknya akan mengurangi game online tersebut, dengan mengatakan seperti itu anak akan menjadi percaya diri dan membuat dirinya berharga. Dan untuk mengurangi angka kecanduan game online, orang tua harus memberikan edukasi dan pandangan kepada anak akan bahaya dan dampak yang akan ditimbulkan dari game online tersebut dikemudian hari.
No copy data
No other version available