Text
PELAKSANAAN REHABILITASI SOSIAL TERHADAP PECANDU NARKOTIKA DI RUMAH SARASEHAN REHABILITASI NARKOBA DI KOTA PEKANBARU.
Penggunaan Narkotika dapat menyebabkan gangguan organ tubuh, kecanduan berat, hingga kematian akibat overdosis. Upaya rehabilitasi menjadi solusi utama dalam menangani pecandu narkotika. Pemerintah bersama lembaga terkait telah menyediakan program rehabilitasi medis dan sosial salah satunya rumah rehabilitasi sarasehan kota pekanbaru sebagai upaya untuk membantu pecandu keluar dari ketergantungan. Namun, efektivitas rehabilitasi masih menjadi tantangan, mengingat banyak pecandu yang mengalami kekambuhan (relapse) setelah menjalani program rehabilitasi. Rumusan masalah dalam penelitian ini ada dua, yang pertama Bagaimana Pelaksanaan Terhadap Pecandu Narkotika di Rumah Sarasehan Rehabilitasi Narkotika di Kota Pekanbaru. Yang kedua Apa Hambatan Dalam Pelaksanaan Terhadap Pecandu Narkotika di Rumah Sarasehan Rehabilitasi Narkotika di Kota Pekanbaru. Penelitian ini merupakan jenis penelitian observasional yang menggunakan metode survei. Subjek penelitian ini adalah rumah rehabilitasi sarasehan kota pekanbaru, sedangkan obyek nya adalah kepala rumah rehabilitasi kota pekanbaru tentang tata cara pelaksanaan rehabilitasi dan hambatannya. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi, wawancara, study pustaka. Hasil penelitian menunjukan bahwa pelaksanaan rehabilitasi di Rumah Sarasehan ini memiliki 4 tata cara pelaksanaan yakni Evidence-Based, program therapeutic community, teknik konseling dan terapi. Proses rehabilitasi berlangsung antara tiga hingga empat bulan, yang menjadi tantangan: resiko kekambuhan, rendahnya motivasi, stigma sosial, serta keterbatasan pendanaan. Pelaksanaan Rehabilitasi tidak terlepas dari hambatan, baik internal maupun eksternal. hambatan utamanya adalah masalah kognitif klien, yaitu suatu cara bersikap, mengambil tindakan, dan cepat atau lambatnya respons saat menghadapi masalah. Hal ini menyebabkan proses konseling dan terapi menjadi kurang efektif karena individu sulit untuk fokus, menyerap informasi, atau memproses emosi secara konstruktif
No other version available