Text
COLLABORATIVE GOVERNANCE DALAM PENGELOLAAN PARKIR DI KOTA PEKANBARU
Pengelolaan parkir yang efektif dan efisien menjadi tantangan utama di banyak kota, termasuk Kota Pekanbaru, seiring dengan meningkatnya jumlah kendaraan dan keterbatasan ruang. Kolaborasi antar pemangku kepentingan seperti pemerintah daerah, pihak swasta, masyarakat, dan petugas lapangan menjadi sangat penting untuk menciptakan sistem parkir yang tertib, transparan, dan berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui collaborative governance dalam pengelolaan parkir di Kota Pekanbaru. Tipe penelitian adalah deksriptif dengan metode kualitatif yakni penelitian yang berusaha menggambarkan objek atau subjek yang diteliti sesuai dengan apa adanya, serta menjelaskan tentang variabel dan indikator. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa collaborative governance dalam pengelolaan parkir di Kota Pekanbaru belum berjalan secara optimal. Hal ini terlihat dari lemahnya kepemimpinan fasilitatif, khususnya minimnya keterlibatan masyarakat sebagai bagian dari pemangku kepentingan, yang berdampak pada rendahnya kepercayaan publik. Proses kolaborasi juga belum sepenuhnya efektif, karena meskipun terdapat dialog antar stakeholder, masih terjadi perbedaan pemahaman antara pemerintah, masyarakat, pihak ketiga, dan juru parkir. Meskipun demikian, kondisi awal kolaborasi tergolong cukup baik, ditandai dengan adanya sejarah kerjasama, ketidakseimbangan sumber daya, dan insentif yang memengaruhi proses kolaboratif. Begitupun dengan desain kelembagaan yang dinilai baik karena sudah terdapat aturan, prosedur, dan mekanisme kerja yang menjadi dasar pelaksanaan kolaborasi sehingga ada dasar yang konsisten dalam pengelolaan parkir di Kota Pekanbaru .
No other version available