Text
Resiliensi pada Generasi Z dengan Pendekatan Studi Kasus
Dalam perjalanan kehidupan individu akan dihadapkan dengan berbagai masalah. Permasalahan dalam hidup adakalanya membuat individu mengalami ketidakberdayaan, putus asa, sedih yang berkepanjangan, jika tidak dapat menghadapi hal tersebut dapat mengganggu keseharian individu. Pada generasi Z, salah satu topik yang sedang dibicarakan di masyarakat dengan ditemukannya data mengalami krisis kesehatan mental. Dalam menanggapi persoalan tersebut, ada individu yang mengatasi masalah dengan menunjukkan keberdayaan, dengan merespon setiap masalah yang dihadapi secara positif dan produktif, itulah resiliensi. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap resiliensi pada generasi Z. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Wawancara digunakan sebagai metode pengumpulan data pada satu informan. Dari hasil penelitian, berdasarkan 5 aspek resiliensi yang disampaikan Nashori dan Saputro (2021) kembangan hasil penelitian Connor dan Davidson (2003) yang ditemukan pada informan, semua aspek ditemukan pada informan. Hasil penelitian menjelaskan bagaimana informan mengatasi tekanan mental yang dihadapi ketika banyaknya tuntutan dalam hidup,mengatasi perilakunya dalam bermedia sosial (penggunaan gawai yang berlebihan, memperbaiki pola perilaku (makan dan tidur), mengatasi trauma dan luka masa lalu, dari semua aspek tersebut informan menunjukkan resiliensi, ditemukan juga bahwa faktor resiliensi ditemukan pada informan yaitu faktor yang ada pada diri informan dan dukungan dari orang sekitar.
No other version available