Text
Pengalaman Komunikasi Ibu - Ibu Muda Pekanbaru terkiait Isu Stunting
Salah satu faktor utama yang menyebabkan stunting adalah asupan gizi anak yang tidak memadai ketika anak masih berusia balita. Namun sebenarnya, mencegah stunting sudah bisa dilakukan sejak dini semenjak masa kehamilan. Dari perolehan data dari 12 kecamatan yang ada di Kota Pekanbaru jumlah kasus gizi buruk pertahunnya mengalahmi kenaikan dari 12 kecamatan yang ada, 9 kecamatan diantaranya yang terdapat kasus gizi buruk, dan yang lainnya sama sekali tidak pernah terjadi kasus gizi buruk. Penelitian ini bertujuan untuk mengatahui pengalaman komunikasi ibu – ibu muda terkait isu stanting di instagram. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif kualitiatif dengan teknik analisis data berupa observasi, observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bahwa pengalaman komunikasi mereka terkait isu stunting bersifat beragam dan dipengaruhi oleh beberapa faktor, antara lain latar belakang pendidikan, akses informasi, dukungan lingkungan keluarga, serta intensitas interaksi dengan tenaga kesehatan. Pemahaman informan mengenai stunting umumnya sudah cukup baik, meskipun masih ada yang mengaitkannya secara terbatas hanya pada kondisi fisik anak yang kurus atau pendek. Proses pengetahuan ini sebagian besar diperoleh di Posyandu dan Puskesmas, media sosial, percakapan dengan keluarga, serta komunitas ibu-ibu di lingkungan sekitar. Komunikasi yang dibangun dalam mencegah stunting juga menunjukkan variasi: beberapa informan terbiasa berdiskusi dengan suami dan tenaga kesehatan, sementara yang lain masih menghadapi hambatan komunikasi, terutama ketika harus menyampaikan pengetahuan baru kepada anggota keluarga yang lebih tua. Hambatan ini umumnya muncul karena perbedaan generasi, literasi kesehatan yang belum merata, atau ketidakmampuan menyampaikan informasi dengan cara yang tepat.
No other version available