Text
Pengaruh Kuat Lentur Beton Rigid Pavement Menggunakan Semen PwrPro dan Semen OPC
Perkerasan kaku pada proyek jalan membutuhkan beton dengan mutu tinggi agar mampu menahan beban lalu lintas serta memiliki umur layanan yang panjang. Salah satu faktor penting dalam pencapaian mutu tersebut adalah pemilihan jenis semen yang digunakan dalam campuran beton. Semen PowerPro sebagai tipe HE (High Early) menawarkan kekuatan awal tinggi dan diklaim lebih ramah lingkungan dibanding semen OPC (Ordinary Portland Cement) yang umum digunakan dalam konstruksi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan semen PowerPro dan OPC terhadap nilai slump dan kuat lentur beton mutu Fc’ 45 MPa. Metode yang digunakan adalah eksperimen laboratorium dengan membuat benda uji balok berukuran 15×15×60 cm. Pengujian dilakukan pada umur 3, 7, dan 28 hari, dengan pengujian slump untuk mengetahui workability dan pengujian kuat lentur untuk menilai kinerja mekanik beton.mempercepat perolehan kekuatan beton dan meningkatkan mutu perkerasan kaku. Nilai slump pada penelitian ini direncanakan sebesar 6±2 cm. Untuk hasil dari pengujian slump pada adukan semen OPC nilai slumpnya sebesar 6 cm yang mana berarti nilai tersebuut memenuhi nilai slump rencana dan nilai slump pada adukan semen PwrPro adalah 7 cm. Hal ini berarti bahwa tidak ada pengaruh yang signifikan terhadap nilai slump dari semen PwrPro.Pada pengujian kuat lentur balok yang telah diuji di laboratorium PT.Riau Mas Bersaudara didapatkan hasil sebagai berikut. Pada semen OPC nilai kuat lentur pada umur 3 hari didapat rata rata 29,89 Kg/cm2, pada umur 7 hari didapat rata rata 35,51 Kg/cm2 dan pada umur 28 hari didapat rata rata 47,49 Kg/cm2. Hal ini menunjukkan kenaikan kuat lentur yang normal menurut umur uji. Sedangkan untuk adukan semen PwrPro pada umur 3 hari didapat rata rata 40,38 Kg/m2, pada umur 7 hari didapat rata rata 44,49 Kg/cm2, dan pada umur 28 hari didapat rata rata 38,96 Kg/cm2. Hal tersebut berarti bahwa semen PwrPro memiliki kenaikan nilai kuat lentur yang signifikan diawal dan juga memiliki penurunan nilai kuat lentur pada umur 28 hari. Hal ini berarti High early pada semen PwrPro untuk pengujian kuat lentur tetap terjadi, namun juga terjadi penurunan mutu pada saat umur beton sudah matang.
No other version available