Text
EFEKTIVITAS KEBIJAKAN PENGENDALIAN PENDISTRIBUSIAN JENIS BAHAN BAKAR MINYAK TERTENTU JENIS MINYAK SOLAR BERSUBSIDI DI KOTA DUMAI PROVINSI RIAU
Pendistribusian Bahan Bakar Minyak (BBM) bagi Masyarakat belum dapat berjalan secara efektif karena mengalami beberapa permasalahan. Hal ini membuat stake holder membuat kebijakan mengenai pengendalian distribusi Bahan Bakar Minyak tertentu, yakni jenis Solar. Sebagai sebuah daerah industri, Pemerintah Provinsi Riau perlu melakukan pengendalian distribusi Solar sebagai antisipasi pemerataan distribusi ditengah-tengah Masyarakat. Permasalahan inilah yang diteliti melalui efektivitas kebijakan pengendalian Bahan Bakar Minyak jenis Solar, dengan lima indicator yaitu: Produksi, Efisiensi, Kepuasan, Keadaptasian dan pengembangan Produksi bertujuan untuk mengukur berapa Stok Minyak Solar yang direalisasikan kepada Stasiun Bahan Bakar Minyak (SPBU) Di Kota Dumai. Efisiensi bermaksud mengukur pembiayaan selama realisasi Minyak Solar. Kepuasan bermaksud mengukur tingkat kepuasan terhadap realisasi minyak solar dan apakah masyarakat menerima kebijakan yang telah dibuat. Keadaptasian bermaksud bagaimana aturan yang telah dibuat tentang minyak solar dapat ditanggapi terhadap keluhan masyarakat. Pengembangan bermaksud aturan tentang minyak solar ini dapat di daur ulang untuk kepentingan masyarakat. Studi kasus ini dilakukan di Kota Dumai. Metode penelitian yaitu deskripitif dengan pendekatan kualitatif, mengungkap fakta dilapangan tentang identifikasi masalah. Sumber data berasal dari data primer melalui wawancara mendalam (in-deptt interview) dan observasi (parcipatory observation), sedangkan data sekunder diperoleh dari data resmi pemerintah. Berdasarkan hasil yang diperoleh dalam penelitian ini menunjukkan bahwasanya kebijakan pengendalian bahan bakar minyak jenis Solar kurang efektif pada pelaksanaannya di Kota Dumai, seperti stok bahan bakar solar yang tidak sepadan dengan jumlah kendaraan, kendala aplikasi (barcode) yang sering error, banyak nya kendaraan yang mengisi kendaraan berulang kali dengan barcode yang berbeda dan minimnya sosialisasi pada Masyarakat bawah
No other version available