Text
STRATEGI PENGEMBANGAN USAHA AGROINDUSTRI AYAM GEPREK SAMBAL ULEK 10K DI KELURAHAN TIRTA SIAK KECAMATAN PAYUNG SEKAKI KOTA PEKANBARU
Agroindustri kuliner ayam geprek di Indonesia, termasuk di Pekanbaru, mengalami pertumbuhan pesat namun diiringi persaingan ketat. Usaha Ayam Geprek Sambal Ulek 10K, yang didirikan pada tahun 2017 di Kelurahan Tirta Siak, Pekanbaru, mengalami stagnasi penjualan setelah periode pertumbuhan, menuntut inovasi dan strategi pemasaran yang lebih kreatif. Penelitian ini bertujuan menganalisis profil usaha, kinerja keuangan (biaya produksi, pendapatan, efisiensi), dan merumuskan strategi pengembangan untuk meningkatkan daya saing. Metode survei digunakan dengan pengumpulan data kuantitatif dan kualitatif melalui wawancara dan kuesioner kepada pemilik serta tenaga kerja. Analisis data melibatkan Matriks IFAS, EFAS, dan SWOT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa usaha ini merupakan usaha mikro yang efisien dengan pendapatan bersih bulanan sebesar Rp53.112.675 dan rasio efisiensi 1.39. Analisis IFAS (skor 5.11) mengindikasikan kekuatan internal yang sangat dominan, seperti cita rasa sambal khas, harga terjangkau, lokasi strategis, dan akses digital. Sementara itu, EFAS (skor 3.10) menunjukkan peluang eksternal yang besar. Meskipun demikian, kelemahan (keterbatasan modal, variasi menu) dan ancaman (persaingan, fluktuasi harga bahan baku) tetap menjadi perhatian. Strategi S-T (Strengths–Threats) dengan skor tertinggi 3.70 menjadi rekomendasi utama, berfokus pada pemanfaatan kekuatan internal untuk menghadapi ancaman eksternal. Kesimpulannya, strategi pengembangan usaha yang direkomendasikan adalah memperkuat branding, menjaga efisiensi, dan berinovasi dalam produk dan promosi guna meningkatkan daya saing serta keberlanjutan usaha di pasar kuliner Pekanbaru.
No other version available