Text
ANALISIS SEMIOTIKA BUDAYA SIRAMAN PENGANTIN PADA PERNIKAHAN ADAT JAWA (Studi Kasus Dalam Konteks Perkawinan Jawa Daerah Pekanbaru)
Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap makna simbolik dari prosesi siraman dalam pernikahan adat Jawa di daerah Pekanbaru melalui pendekatan semiotika budaya Roland Barthes. Prosesi siraman, yang secara denotatif merupakan ritual memandikan calon pengantin, menyimpan konotasi mendalam sebagai simbol penyucian spiritual, doa restu, serta pembentukan identitas budaya dalam masyarakat multietnis. Dalam konteks masyarakat urban seperti Pekanbaru, praktik ini mengalami transformasi makna dan simbol, baik akibat pengaruh lokal maupun adaptasi lintas budaya. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observas dan dokumentasi terhadap adari berbabgai sumber jurnala atau buku. Hasil analisis menunjukkan bahwa simbol-simbol seperti air siraman, tumpeng, kendi, dan janur tidak hanya bermakna estetis, tetapi juga mencerminkan nilai-nilai religius, sosial, dan historis yang diwariskan secara turun-temurun. Prosesi siraman berperan penting dalam memperkuat identitas budaya komunitas Jawa di Pekanbaru, serta menjadi sarana komunikasi nilai-nilai leluhur kepada generasi muda. Dengan demikian, siraman bukan sekadar seremoni, melainkan representasi kultural yang sarat akan pesan moral dan ideologis. Penelitian ini diharapkan dapat memperkaya khazanah ilmu komunikasi budaya, khususnya dalam pelestarian tradisi lokal di tengah arus modernitas dan globalisasi.
No other version available