Text
Bentuk Komunikasi Guru Dengan Anak Down Syndrome Fase Fondasi di SLB Pelita Nusa Pekanbaru
Anak dengan down syndrome, merupakan kelainan kromosom yang menghadirkan tantangan dalam pertumbuhan fisik dan mental, seringkali memiliki keunikan dalam karakteristik belajar, khususnya dalam komunikasi verbal dan pengelolaan emosi. Pentingnya komunikasi yang efektif sebagai fondasi interaksi sosial dan pembelajaran bagi mereka menjadi landasan utama studi ini, mengingat kebutuhan pendekatan individual. Penelitian ini memfokuskan pada bentuk komunikasi guru dengan anak down syndrome pada fase fondasi di SLB Pelita Nusa Pekanbaru. Tujuannya adalah mendeskripsikan secara mendalam bagaimana guru memfasilitasi interaksi dan pembelajaran pada tahap awal perkembangan anak-anak ini melalui komunikasi verbal dan nonverbal. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, Subjek penelitian adalah guru di SLB Pelita Nusa Pekanbaru dengan objek penelitian fokus pada bentuk komunikasi yang diterapkan. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan guru dan observasi partisipatif di kelas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi interpersonal guru merupakan perpaduan strategis komunikasi verbal yang sederhana dan berulang, seringkali diiringi sapaan personal dan pujian, dengan komunikasi nonverbal dominan seperti sentuhan fisik yang suportif, ekspresi wajah positif, dan kontak mata. Kombinasi komunikasi ini sangat penting dalam membangun koneksi, mengelola mood, dan memotivasi anak down syndrome untuk terlibat dalam pembelajaran. Dengan demikian, komunikasi interpersonal ini menjadi fondasi penting yang memungkinkan proses pembelajaran akademik dasar seperti menulis, membaca, dan pengenalan objek tersampaikan secara efektif, sekaligus memperkuat ikatan emosional dan kemandirian anak.
No other version available