Text
Campur Kode pada Podcast dalam Tuturan Denny Sumargo dan Jennifer Coppen
Fenomena campur kode kerap ditemukan dalam komunikasi lisan, terutama di media digital seperti podcast, karena penutur bebas mengekspresikan diri dengan gaya bahasa yang fleksibel. Podcast Curhat Bang Denny Sumargo menjadi salah satu media yang merepresentasikan penggunaan bahasa tersebut, khususnya dalam episode bersama Jennifer Coppen. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan (1) bentuk campur kode berdasarkan unsur kebahasaan (kata, frasa, dan klausa), (2) bentuk campur kode berdasarkan asal unsur serapannya, serta (3) faktor-faktor yang memengaruhi kemunculan campur kode dalam percakapan pada episode tersebut. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik analisis isi. Data berupa tuturan yang mengandung campur kode diklasifikasikan berdasarkan unsur kebahasaan (kata, frasa, dan klausa) serta faktor penyebabnya (istilah populer, pribadi penutur, topik pembicaraan, serta fungsi dan tujuan komunikasi). Hasil penelitian menunjukkan terdapat 185 data campur kode, terdiri atas 52 berbentuk kata, 53 berbentuk frasa, dan 80 berbentuk klausa. Berdasarkan asal unsur serapannya, bentuk yang dominan adalah campur kode berdasarkan klausa. Faktor yang memengaruhi penggunaan campur kode meliputi penggunaan istilah populer, pribadi pembicara, topik pembicaraan, serta fungsi dan tujuan. Temuan ini menunjukkan bahwa campur kode tidak hanya dipengaruhi oleh tren, tetapi juga berfungsi sebagai strategi komunikasi untuk menyampaikan pesan secara lebih ekspresif, relevan, dan kontekstual.
No other version available