Text
HUBUNGAN ANTARA REGULASI EMOSI DENGAN CYBERBULLYING PADA REMAJA
Remaja merupakan kelompok dengan tingkat penetrasi internet tertinggi di Indonesia, yang menjadikan mereka lebih rentan terpapar berbagai risiko dunia maya, termasuk cyberbullying. Salah satu faktor utama cyberbullying adalah regulasi emosi yang rendah. Remaja dengan regulasi emosi buruk lebih rentan melakukan tindakan cyberbullying, sementara regulasi emosi yang baik membantu mereka mengontrol diri dan mengurangi risiko terlibat dalam cyberbullying. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui hubungan antara regulasi emosi dengan cyberbullying pada remaja di SMKN 6 Pekanbaru. Sampel penelitian yaitu 229 remaja dan pengambilan sampel menggunakan teknik probability sampling yaitu stratified random sampling. Metode pengumpulan data cyberbullying diukur berdasarkan aspek dari Willard (Beran & Li, 2007) terdiri dari 26 aitem dan regulasi emosi diukur berdasarkan aspek dari Gross (2014) terdiri dari 19 aitem. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh hasil koefisien korelasi antara regulasi emosi dan cyberbullying sebesar (r) = -0, 382 dan diketahui nilai signifikan 0,000 < 0,05. Hal ini membuktikan terdapat hubungan yang negatif antara regulasi emosi dengan cyberbullying.
No other version available