Text
ANALISIS KEPENTINGAN INDIA MENOLAK KEBIJAKAN DE DOLARISASI DAN WACANA MATA UANG BERSAMA BRICS
India merupakan salah satu Negara pendiri BRICS, namun India memiliki pandangan yang berbeda dengan anggota pendiri BRICS lainnya khususnya Cina dan Rusia, tentang kebijakan de-dolarisasi dan wacana penerapan mata uang bersama BRICS. Penelitian ini menganalisis kepentingan India dalam menolak kebijakan de-dolarisasi dan wacana pembentukan mata uang bersama BRICS. Adapun kerangka konseptual yang digunakan adalah konsep kepentingan nasional. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif dan teknik pengumpulan data melalui studi kepustakaan, penelitian ini menemukan bahwa kepentingan India menolak kebijakan de-dolarisasi adalah karena masih kuatnya ketergantungan India terhadap dolar Amerika Serikat. Sedangkan kepentingan India menolak wacana mata uang bersama BRICS adalah karena India melihat adanya pergeseran dari ide awal penggunaan mata uang lokal dalam perdagangan antara negara BRICS menjadi wacana mata uang bersama BRICS yang diusung oleh Cina dan Rusia. Selain itu, India juga khawatir hal ini dapat menggangu kedaualatan ekonomi nasionalnya, mengancam stabilitas nilai tukar rupee dan khawatir akan dominasi Cina dan Rusia yang akan lebih diuntungkan dengan mata uang baru ini. Terakhir, kepentingan India secara umum menolak kebijakan de dolarisasi dan wacana mata uang bersama BRICS tidak terlepas dari keinginan India untuk menjaga dan meningkatkan hubungan bilateralnya dengan Amerika Serikat yang sudah terbangun sejak lama dan terus berkelanjutan.
No other version available