Art Original
Pengaruh Grit Dan Syukur Terhadap Subjective Well-Being Pada Mahasiswa Rantau Di Fakultas Psikologi Universitas Islam Riau.
PENGARUH GRIT DAN SYUKUR TERHADAP SUBJECTIVE WELL-BEING PADA MAHASISWA RANTAU DI FAKULTAS PSIKOLOGI UNIVERSITAS ISLAM RIAU PUTRI NIA ADISTI 218110186 FAKULTAS PSIKOLOGI UNIVERSITAS ISLAM RIAU ABSTRAK Mahasiswa rantau sering dihadapkan pada tantangan adaptasi sosial dan budaya yang dapat memengaruhi kesejahteraan psikologis mereka. Ketidakmampuan dalam menerima kekurangan diri dapat berdampak pada penurunan Subjective Well-Being. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Grit dan Syukur terhadap Subjective Well-Being pada mahasiswa rantau. Sampel penelitian berjumlah 295 mahasiswa rantau Fakultas Psikologi Universitas Islam Riau, yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen yang digunakan meliputi Skala Grit (Escale Grit de Oviedo/EGO) dengan 10 item, Skala Syukur (Gratitude Questionnaire-Six Item Form/GQ-6) dengan 6 item, serta Subjective Well-Being yang diukur menggunakan dua skala, yaitu Satisfaction with Life Scale (5 item) dan Scale of Positive and Negative Experiences (20 item). Analisis data dilakukan menggunakan metode Structural Equation Modeling (SEM) berbasis Partial Least Square (PLS) dengan bantuan software SmartPLS 4.0. Hasil analisis menunjukkan bahwa Grit berpengaruh positif dan signifikan terhadap Subjective Well-Being dengan nilai koefisien jalur sebesar 0,090 (p = 0,000), dan Syukur juga memiliki pengaruh positif yang signifikan dengan koefisien sebesar 0,674 (p = 0,000). Dengan demikian, hipotesis penelitian diterima. Temuan ini menunjukkan bahwa semakin tinggi tingkat Grit dan Syukur yang dimiliki mahasiswa rantau, maka semakin tinggi pula tingkat Subjective Well-Being yang mereka rasakan.
No copy data
No other version available