Text
Analisa Pengaruh Urban Compactness Terhadap Tingkat Ketersediaan Ruang Terbuka Hijau Di Kota Pekanbaru (Studi Kasus: Kecamatan Pekanbaru Kota)
ANALISA PENGARUH URBAN COMPACTNESS TERHADAP TINGKAT KETERSEDIAAN RUANG TERBUKA HIJAU DI KOTA PEKANBARU (STUDI KASUS: KECAMATAN PEKANBARU KOTA) DITA UTARI 163410366 ABSTRAK Konsep compact city merupakan konsep yang di dalamnya terdapat komponen pembangunan kota yang berkelanjutan. Compact city memiliki hubungan dengan ruang terbuka hijau yang dijelaskan bahwa ruang terbuka hijau merupakan sebuah tuntutan bagi kota-kota kompak untuk lebih mementingkan intensifikasi lahan perkotaan guna pertumbuhan ekonomi kota. Potensi penerapan kota kompak dapat dilihat melalui pengukuran urban compactness. Jumlah penduduk di Kecamatan Pekanbaru Kota selalu meningkat setiap tahunnya, pertumbuhan penduduk menyebabkan bertambahnya kebutuhan masyarakat terhadap jumlah lahan yang digunakan. Pertumbuhan penduduk dan perkembangan kota yang terus meningkat mendorong terjadinya peningkatan pembangunan kota sehingga hal tersebut akan mempengaruhi ketersediaan ruang terbuka hijau. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisa pengaruh urban compactness terhadap tingkat ketersediaan ruang terbuka hijau di Kecamatan Pekanbaru Kota. Metode penelitian yang digunakan merupakan metode deskriptif kuantitatif. Metode kuantitatif digunakan untuk mengetahui tingkat urban compactness dengan teknik analisa statistik kuantitatif, analisis korelasi dan metode klasifikasi sturgess. Untuk mengetahui tingkat ketersediaan ruang terbuka hijau dengan teknik analisa berdasarkan standar Permen PU No.05/PRT/M/2008. Hasil tersebut digunakan untuk mengetahui pengaruh urban compactness terhadap tingkat ketersediaan ruang terbuka hijau dengan teknik analisa regresi linear sederhana dan berganda. Hasil dari penelitian ini didapatkan tingkat urban compactness di Kecamatan Pekanbaru Kota yaitu berdasarkan hasil analisis statistik kuantitatif dari 12 variabel urban compactness terdapat 4 variabel yang mempengaruhi urban compactness di Kecamatan Pekanbaru Kota yaitu kepadatan penduduk, kepadatan lahan terbangun, kepadatan permukiman dan ketersediaan fasilitas perdagangan dan jasa. Berdasarkan hasil pengukuran urban compactness diperoleh kelurahan dengan tingkat urban compactness tertinggi yaitu Kelurahan Sukaramai dan Kelurahan Tanah Datar serta tingkat urban compactness terendah yaitu Kelurahan Simpang Empat. Tingkat ketersediaan ruang terbuka hijau belum memenuhi standar ketersediaan Permen PU No.05/PRT/M/2008. Ketersediaan RTH Publik sebesar 3,78% dan RTH Privat sebesar 5,45%. Pengaruh urban compactness terhadap tingkat ketersediaan RTH yaitu berdasarkan nilai urban compactness tidak berpengaruh secara simultan terhadap tingkat ketersediaan ruang terbuka hijau, sedangkan berdasarkan faktor – faktor urban compactness terdapat 2 faktor yang mempengaruhi urban compactness dengan tingkat ketersediaan RTH yaitu kepadatan lahan terbangun dan ketersediaan fasilitas perdagangan dan jasa. Kata Kunci: faktor urban compactness, urban compactness, ruang terbuka hijau.
No other version available