Text
Melampaui Estetika: Analisis Wacana Citraan dalam "Yang Melimpah dari Cucuran Atap Peribahasa" karya Marhalim Zaini
Melalui lensa analisis wacana, penelitian ini mengeksplorasi fungsi dan distribusi citraan dalam kumpulan puisi Yang Melimpah DariCucuran Atap Peribahasa karya Marhalim Zaini. Pendekatan aslinya menggunakan stilistika untuk mendeskripsikan enam bentuk citraan—visual, auditori, olfaktori, gustatori, taktil, dan gerak—revisi ini mengkaji bagaimana strategi-strategi sensori tersebut mengkodekan pesan-pesan ideologis, kultural, dan religius yang lebih mendalam. Puisi-puisi tersebut mencerminkan identitas pascakolonial, introspeksi religius, memori ekologis, dan kritik budaya regional. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif yang menggabungkan pembacaan stilistika dengan analisis wacana kritis (Fairclough, 2001), penelitian ini bergerak melampaui sekadar deskripsi untuk mengungkap bagaimana bahasa puitis bertindak sebagai semiotika sosial. Analisis ini mempertimbangkan bagaimana metafora, diksi, dan citraan sensori menyusun suara puitis dan pandangan dunia. Melalui kutipan puisi terpilih, studi ini mengkaji bagaimana citraan membangkitkan respons estetis dan bertindak sebagai perangkat retorika untuk melawan narasi dominan, mengartikulasikan kebanggaan regional, atau mengekspresikan keputusasaan eksistensial. Temuan menunjukkan bahwa meskipun citraan visual dan auditori mendominasi, fungsinya meluas hingga mendramatisasi ingatan budaya, keyakinan ritual, dan komentar sosial-politik. Wacana puitis membangun kritik implisit terhadap formalisme keagamaan, erosi ekologis, dan disorientasi pascakolonial, yang tertanam dalam ekspresi metaforis dan imajinatif. Studi ini merekomendasikan agar studi sastra terlibat lebih mendalam dengan pembacaan puisi yang peka terhadap wacana, khususnya di Asia Tenggara, untuk mengungkap makna berlapis dan posisi ideologis. Implikasi ditawarkan untuk pendidikan sastra, dengan menekankan perlunya mengajarkan puisi sebagai produk estetis dan bentuk wacana budaya yang melibatkan kesadaran kritis pembaca. Penelitian di masa mendatang dapat mengeksplorasi perbandingan intertekstual lintas tradisi puisi regional atau melakukan analisis wacana berbasis korpus pada genre puisi Melayu.
No other version available