Text
Studi Efektivitas Mineral Trapping Pada CO2 Storage di Saline Aquifer
Pemanasan global terjadi karena meningkatnya konsentrasi CO2 di atmosfer yang berasal dari pembakaran bahan bakar berbasis karbon sehingga perlu dilakukan mitigasi perubahan iklim melalui penyimpanan CO2 di formasi geologi. Saline Aquifer merupakan salah satu formasi geologi dengan kapasitas penyimpanan yang besar sehingga dapat digunakan untuk menyimpan CO2 dalam jumlah yang banyak. CO2 yang telah diinjeksikan ke saline aquifer akan terperangkap secara permanen melalui pengendapan mineral meskipun proses ini membutuhkan waktu yang lama untuk menjadi mineral sepenuhnya. Oleh karena itu, pada penelitian ini akan berfokus pada penentuan waktu pengendapan mineral untuk mengetahui waktu yang dibutuhkan agar mineral dapat terendapkan. Selain itu, penelitian ini turut menganalisis parameter yang paling mempengaruhi pengendapan mineral meliputi pH, tekanan, temperature, porositas, permeabilitas dan laju injeksi. Penelitian ini dilakukan menggunakan Software Computer Modelling Group (CMG) dengan simulator GEM. Karakteristik reservoir yang digunakan yaitu jenis sandstone reservoir homogen dengan model simulasi selama 500 tahun untuk monitoring pengendapan mineral. Dilakukan modelling reaksi geo kimia sehingga diperoleh hasil bahwa terjadi proses pelarutan mineral yang berperan terhadap ketersediaan ion untuk pengendapan mineral pada tiga mineral primer yaitu calcite, dolomite dan illite dengan pola penurunan secara linear sejak injeksi dimulai hingga monitoring selesai dilakukan. Ketersediaan ion yang berasal dari pelarutan mineral mendukung terjadinya pengendapan mineral yaitu k-feldspar pada tahun 2030, quartz pada tahun 2078 dan kaolinite pada tahun 2294. Perbedaan waktu pada tiap mineral dipengaruhi oleh beberapa parameter sehingga dilakukan analisis sensitivitas parameter menggunakan CMOST AI. Dari penelitian diketahui pula bahwa tekanan merupakan parameter dominan dengan main effects sebesar 59% dilanjutkan dengan pH sebesar 10%, temperature sebesar 7%, laju injeksi sebesar 1.28%, permeabilitas sebesar 0.29% dan porositas sebesar 0.28%.
No other version available