Text
Hubungan antara dyadic coping dengan kepuasan pernikahan pada pasangan muda
Pasangan muda yang berada pada lima tahun pertama pernikahan menghadapi berbagai tantangan penyesuaian peran, tekanan emosional, dan potensi konflik yang dapat memengaruhi kepuasan pernikahan. Dyadic coping merupakan strategi pasangan dalam mengelola stres bersama melalui komunikasi terbuka, dukungan emosional, dan kerja sama pemecahan masalah, yang diyakini dapat meningkatkan kualitas hubungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara dyadic coping dan kepuasan pernikahan pada pasangan muda. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan desain korelasional. Partisipan berjumlah 100 orang dewasa awal (usia 20–40 tahun) yang telah menikah maksimal lima tahun, berdomisili di Pekanbaru, dan dipilih dengan teknik purposive sampling. Hasil analisis menggunakan uji korelasi Spearman’s Rank menunjukkan adanya hubungan positif signifikan antara dyadic coping dan kepuasan pernikahan (? = 0,766 dengan nilai signifikan 0,000 < 0,05) , yang berarti semakin tinggi kemampuan pasangan dalam menerapkan dyadic coping, semakin tinggi pula kepuasan pernikahan yang dirasakan. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa dyadic coping berperan penting dalam mempertahankan keharmonisan dan meningkatkan kepuasan pernikahan pada pasangan muda. Kata
No other version available