Text
Tindak Tutur Ilokusi Komisif Pada Debat Publik Pertama Calon Gubernur dan Calon Wakil Gubernur Riau Tahun 2024
Debat publik pertama Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Riau 2024 merupakan peristiwa linguistik dan politik yang penting, di mana para kandidat memanfaatkan panggung debat sebagai sarana membangun kredibilitas melalui strategi wacana. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis bentuk tindak tutur ilokusi komisif menjanjikan dalam debat tersebut dengan pendekatan pragmatik. Fokus utama adalah mengidentifikasi janji politik yang diucapkan sebagai bentuk komitmen masa depan oleh masing-masing pasangan calon. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif-deskriptif dengan data utama berupa transkrip video debat berdurasi 1 jam 59 menit yang disiarkan oleh Kompas TV. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui dokumentasi dan transkripsi, dengan analisis berdasarkan teori tindak tutur Searle (1969), terutama pada kategori komisif. Data dianalisis dengan metode Miles & Huberman melalui tahapan reduksi, penyajian, dan verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tindak tutur komisif menjanjikan mendominasi komunikasi para kandidat dan terbagi dalam tiga ranah utama: (1) pembangunan infrastruktur dan teknologi, (2) peningkatan kesejahteraan dan pengentasan kemiskinan, serta (3) integritas tata kelola dan pendidikan. Kandidat menggunakan kata kerja futuristik seperti "akan" dan "ingin" sebagai strategi retoris untuk membangun kepercayaan publik. Penelitian ini berkontribusi pada kajian pragmatik politik dan literasi kebahasaan, terutama dalam konteks debat kepala daerah. Namun, keterbatasan terletak pada tidak ditelitinya realisasi janji pasca debat. Temuan ini membuka peluang riset lanjutan yang mengkaji kesenjangan antara tuturan dan pelaksanaan kebijakan.
No other version available