Text
Pengaruh Sosial Ekonomi Masyarakat Terhadap Kualitas Permukiman Di Kota Pekanbaru (Studi Kasus: Kelurahan Meranti Pandak)
Negara berkembang, termasuk Indonesia, masih menghadapi berbagai permasalahan sosial dan ekonomi, dengan kemiskinan sebagai faktor utama yang memicu masalah lainnya, seperti pendidikan rendah, kesehatan buruk, dan pertumbuhan permukiman kumuh. Di Kota Pekanbaru, peningkatan jumlah penduduk dan urbanisasi yang pesat memperburuk kondisi permukiman kumuh, terutama di Kecamatan Rumbai dan Kelurahan Meranti Pandak, yang sering mengalami banjir. Faktor sosial ekonomi, seperti rendahnya pendapatan dan pendidikan, berkontribusi terhadap kekumuhan permukiman. Meskipun angka partisipasi pendidikan meningkat, jumlah penduduk miskin di Pekanbaru terus bertambah, menunjukkan bahwa masalah kemiskinan dan permukiman kumuh masih menjadi tantangan yang perlu segera ditangani Tujuan penelitian ini adalah teridentifikasinya kondisi sosial ekonomi masyarakat permukiman kumuh dan teridentifikasinya faktor sosial ekonomi yang paling berpengaruh terhadap kualitas permukiman kumuh. Metode yang digunakan untuk teridentifikasinya kondisi sosial ekonomi masyarakat permukiman kumuh adalah analisis kualitatif, dan metode yang digunakan untuk teridentifikasinya faktor sosial ekonomi yang paling berpengaruh terhadap kualitas permukiman kumuh adalah analisis regresi linear berganda. Berdasarkan hasil penelitian bahwa permukiman kumuh di Kelurahan Meranti Pandak masih menghadapi permasalahan sosial dan ekonomi, terutama dalam hal akses terhadap hunian layak. Mayoritas penduduk berpendidikan rendah, meskipun sebagian besar memiliki pekerjaan. Analisis regresi menunjukkan bahwa faktor sosial memiliki pengaruh lebih besar dalam meningkatkan kualitas permukiman dibandingkan faktor ekonomi. Oleh karena itu, upaya perbaikan permukiman kumuh perlu lebih menitikberatkan pada aspek sosial serta pemerataan akses terhadap perumahan yang layak.
No other version available