Text
MANAJEMEN PESANTREN DALAM MENUMBUHKAN JIWA SANTRIPRENEUR DI PESANTREN AUFIA GLOBAL ISLAMIC BOARDING SCHOOL RIAU Kata Kunci: Manajemen Pesantren, Santripreneur, Fungsi Manajemen, Kewirausahaan, Pendidikan Islam
MANAJEMEN PESANTREN DALAM MENUMBUHKAN JIWA SANTRIPRENEUR DI PESANTREN AUFIA GLOBAL ISLAMIC BOARDING SCHOOL RIAU REZA SETIAWAN 182310332 Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana manajemen pesantren dalam menumbuhkan jiwa santripreneur (wirausaha santri) di Pesantren Aufia Global Islamic Boarding School (Aufia GIBS) Riau. Permasalahan utama yang diangkat adalah bagaimana penerapan fungsi-fungsi manajemen dalam mendukung program kewirausahaan santri serta apa saja faktor pendukung dan penghambat yang dihadapi pesantren dalam proses tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian lapangan. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Informan terdiri dari pimpinan pesantren, kepala Madrasah Aliyah, Pengasuh dan santri. Analisis data mengacu pada model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa manajemen pesantren dalam menumbuhkan jiwa santripreneur telah dilaksanakan melalui penerapan fungsi manajemen (Planning, Organizing, Actuating, Controlling). Program-program kewirausahaan seperti pertanian, peternakan, minimarket, dan pelatihan produksi dijalankan secara terstruktur dan aplikatif. Faktor pendukung mencakup visi misi pesantren yang kuat, sumber daya manusia yang kompeten, serta dukungan fasilitas dan mitra eksternal. Sedangkan faktor penghambat meliputi keterbatasan waktu kegiatan, dana operasional yang terbatas, dan kurangnya pengalaman bisnis sebagian pengajar. Penelitian ini menyimpulkan bahwa manajemen yang baik sangat berperan dalam keberhasilan pesantren mencetak santri yang mandiri dan memiliki semangat kewirausahaan. Pesantren perlu terus mengembangkan kurikulum santripreneur agar santri mampu menjadi pelopor usaha dan agen pemberdayaan masyarakat.
No other version available