Text
KAJIAN PENGARUH RENDAMAN AIR GAMBUT DAN AIR LAUT TERHADAP KARAKTERISTIK MARSHALL DAN SEM EDS PADA LAPISAN PERKERASAN AC-WC
Kerusakan dini pada perkerasan jalan di Indonesia disebabkan oleh genangan air (terutama air gambut dan air laut) yang mempercepat disintegrasi lapisan aspal, serta proses penuaan campuran aspal selama produksi dan pelayanan. Kombinasi kedua faktor ini menurunkan durabilitas jalan. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pengaruh proses penuaan akibat rendaman air gambut dan air laut terhadap campuran AC-WC penetrasi 60/70 berdasarkan Uji Marshall serta mengetahui reaksi kimia berdasarkan Analisa Scanning Electron Microscope - Energy Dispersive X-ray Spectroscop (SEM-EDS). Metode penelitian ini dengan pengujian di laboratorium dengan tahapan penelitian dimulai dari perancangan campuran beton aspal, menentukan nilai kadar aspal optimum, pengujian Long Term Oven Aging (LTOA) beton aspal di oven selama 5 hari pada suhu 85°C, uji unsur kimia air gambut dan air laut, rendaman selama 0, 1, 2, 4, dan 7 hari. Pengujian SEM untuk melihat morfologi dan topografi permukaan sampel dengan pembesaran hingga 1000x dan EDS untuk menganalisis komposisi unsur kimia. Dari penelitian ini didapatkan hasil nilai benda uji LTOA akibat rendaman air gambut dan air laut terhadap campuran AC-WC penetrasi 60/70 berdasarkan Uji Marshall pada durasi rendaman 0, 1, 2, 4, dan 7 hari. Tanpa tindakan rendaman air gambut 345,39 kg/mm dan air laut 292,32 kg/mm. Pengaruh air gambut dan air laut memberikan penurunan nilai terhadap marshall dengan nilai 297,51 kg/mm dan 265,26 kg/mm. Nilai MQ pada kedua media masih di atas 250 kg/mm, sehingga memenuhi kriteria ketahanan minimal. Pengamatan SEM-EDS dengan 1000x perbesaran pada beton aspal yang direndam dengan air gambut dan air laut terlihat morfologi aspal saling mengikat membentuk kristal – kristal hidrasi yang berbentuk kepingan. Reaksi kimia pada air gambut dan air laut mempercepat penuaan aspal dan melemahkan kohesi, sehingga durabilitas menurun seiring waktu. Pada tingkat keasaman (pH ? 4,7) mempercepat oksidasi asphaltenes, mengurangi kohesi dan stabilitas campuran. Rendaman air laut menurunkan durabilitas kandungan ion Na? dan Cl? menyebabkan melemahnya ikatan antar aspal dan agregat. Penurunan durabilitas seiring dengan bertambahnya waktu perendaman dibandingkan dengan benda uji normal, sehingga benda uji yang mengalami penuaan dianggap tidak cukup tahan terhadap kerusakan yang diakibatkan oleh pengaruh air dan suhu
No other version available