Text
Analisis Pengaruh Pemanfaatan Campuran Limbah Batu Bata Merah Dan Kapur Terhadap Kuat Dukung Tanah Lempung Plastisitas Tinggi
Tanah lempung termasuk jenis tanah yang bersifat kohesif, plastis dan memiliki kuat dukung yang sangat rendah. Sebab tanah lempung mempunyai kembang susut yang tinggi. Sehingga saat musim kemarau tanah akan mengalami penyusutan, namun saat musim penghujan tanah akan mengalami pengembangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai CBR tanah lempung dari Jalan Lingkar Danau Buatan Kec. Rumbai Pesisir, Riau. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental. Metode penelitian ekperimental merupakan metode penelititan yang dilakukan dengan cara pengujian langsung di laboratorium. Stabilisasi tanah merupakan metode perbaikan tanah yang memungkinkan kondisi tanah menjadi lebih baik. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan didapat hasil pengujian CBR tanah asli sebesar 5,7%. Untuk variasi campuran nilai CBR tertinggi di-dapat pada kondisi pemeraman 4 hari dengan variasi campuran 6% kapur dan 9% serbuk batu bata yaitu 8,84%. Sedangkan pada kondisi perendaman nilai CBR tertinggi di-dapat pada 4 hari perendaman dengan variasi campuran 6% kapur dan 9% serbuk batu bata yaitu 4,1%. Pada kondisi pemeraman dan perendaman, semakin bertambah variasi campuran serbuk bata merah maka nilai CBR yang dihasilkan semakin meningkat serta semakin lama waktu pemeraman dan perendaman maka semakin berpengaruh terhadap peningkatan nilai CBR
No other version available