Text
Pemanfaatan Limbah Cangkang Kelapa Sawit (cks) Sebagai Pengganti Agregat Kasar Pada Beton
Beton merupakan gabungan atau campuran antara semen portland atau semen hidrolis, agregat kasar, agregat halus, dan air tanpa ada bahan tambahan lainnya (SNI-2847-2019). Berdasarkan data 2021 Provinsi Riau memiliki perkebunan kelapa sawit kurang lebih 2.806.349 hektar dari 8.702.400 hektar dari luas Provinsi Riau. Penelitian ini bertujuan memanfaatkan sumber daya potensial daerah dengan memanfaatkan limbah Kelapa Sawit berupa Cangkang Kelapa Sawit (CKS). Penelitian ini menggunakan sampel silinder. Persentase Cangkang Kelapa Sawit (CKS) yang digunakan sebagai pengganti agregat kasar yaitu 0%, 5%, 15%, dan 25%. Metode yang digunakan untuk perhitungan campuran beton (mix design) berdasarkan pada SNI 03-2834-2000. Pengujian beton dilakukan pada umur 28 hari. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan di dapat kuat tekan dengan persentase 0%, 5%, 15%, 25% yaitu dari 32,6 Mpa, 31,5 Mpa, 30,59 Mpa, 27,8 Mpa. Dari hasil tersebut dapat mengetahui bahwa pengaruh dari pergantian Cangkang Kelapa Sawit (CKS) dengan mengganti sebagian agregat kasar menyebabkan kuat tekan beton mengalami penurunan. Dapat disimpulkan bahwa penggunaan Cangkang Kelapa Sawit (CKS) sebagai pengganti agregat kasar tidak dapat digunakan dalam persentase 5%,15% dan 25% untuk kuat tekan rencana 32 Mpa.
No other version available