Text
Optimasi Lokasi Sensor Akselerometer Pada Sistem Monitoring Jembatan Lengkung Dengan Menggunakan Metode Sensor Elimination Using Modal Assurance Criterion (seamac)
Dinegara-negara berkembang seperti negara Indonesia, saat ini sedang giat mengembangkan berbagai bidang kontruksi, khususnya pada konstruksi jembatan. Kerusakan struktur jembatan itu sendiri membutuhkan biaya perbaikan yang sangat besar. Saat ini, mulai diperkenalkan sistem monitoring untuk menilai kondisi struktur terhadap beban dinamis yakni SHMS (Structural Health Monitoring System). Pada penelitian ini akan dilakukan monitoring pada jembatan lengkung yang berada dikampus Universitas Islam Riau dengan panjang 13 m, lebar 7 m, dan tinggi 4 m. Tujuan penelitian ialah untuk mengetahi Finite Element Modeling, lokasi dan jumlah sensor akselerometer optimum. Untuk mengetahui kondisi struktur jembatan lengkung, maka perlu dilakukan pendeteksian kerusakan melalui hasil respon struktur yang direkam melalui sensor akselerometer. Dalam mengidentifikasi jumlah dan lokasi sensor yang optimum, Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah SEAMAC (Sensor Elimination Using Modal Assurance Criterion). Dimana metode ini merupakan metode algoritma yang melakukan suatu eliminasi pada sensor. Metode ini menemukan konfigurasi titik pengukuran dan meminimalkan nilai MAC. Dengan mengeliminasi dan mendeteksi lokasi mana yang memberikan efek kerusakan paling terbesar, sehingga mampu mengukur sinyal getaran dan kekuatan kontrol yang paling efektif. Berdasarkan Finite Element Modeling yang dianalisis program SAP 2000 V.14.2.2 maka diperoleh 12 FEA. Dimana keseluruhan dari 12 FEA ini memiliki perlakuan seperti bending longitudinal, bending transversal, dan torsi. Sehingga, keseluruhan pada FEA ini akan dianalisis guna untuk penentuan lokasi dan jumlah sensor akselerometer pada jembatan lengkung. Penempatan sensor pada lokasi yang tepat akan memberikan informasi lokasi kritis berdasarkan identifikasi modal struktur jembatan. Secara keseluruhan jumlah lokasi sensor akselerometer diperoleh sebanyak 16 titik, dimana pada pelat lantai dan rangka pelengkung masing-masing terdapat 8 titik lokasi sensor akselerometer.
No other version available