Text
Analisis Usaha Agroindustri dan Pemasaran Keripik Nangka di Kecamatan Tambang Kabupaten Kampar Provinsi Riau (Studi Kasus pada Usaha Oleh-Oleh Natasya)
Keripik nangka salah usaha agroindustri yang ada di oleh-oleh Natasya. Dalam menjalankan usaha keripik nangka ini, pemilik masih menggunakan peralatan tradisional dalam proses produksi dan memanfaatkan lembaga pemasaran yang ada di sekitar Kota Pekanbaru sebagai tempat penjualan keripik nangka. Tujuan penelitian yakni: (1) Karakteristik pengusaha, tenaga kerja, pedagang dan profil usaha keripik nangka. (2) Pengadaan bahan baku dan bahan penunjang, serta proses produksi dalam usaha agroindustri keripik nangka. (3) Sistem pemasaran dan efisiensi pemasaran keripik nangka pada usaha Oleh-oleh Natasyah di Kecamatan Tambang Kabupaten Kampar Provinsi Riau. Penelitian ini menggunakan metode studi kasus dengan responden 2 orang yakni pengusaha agroindustri keripik nangka dan tenaga kerja. Data yang dikumpulkan terdiri dari data primer dan data sekunder. Analisis data yang digunakan adalah karakteristik pengusaha, tenaga kerja, pedagang dan profil usaha, proses produksi, penggunaan bahan baku dan bahan penunjang, analisis usaha, dan analisis pemasaran. Hasil penelitian menunjukkan 1) Karakteristik pengusaha, tenaga kerja, dan pedagang keripik nangka oleh-oleh Natasya berada pada kategori umur produktif, pendidikan 12 tahun/SLTA, sebagian besar sudah berpengalaman serta jumlah tanggungan yang relatif kecil. Usaha agroindustri keripik nangka oleh-oleh Natasya ini sudah berjalan selama 5 tahun, merupakan industri rumah tangga, modal usaha awal sebesar Rp. 250.000 dan menggunakan tenaga kerja luar keluarga sebesar 0,86 HOK/proses produksi. 2) Proses produksi keripik nangka meliputi penimbangan bahan baku nangka, pengupasan bahan baku, pemisahan isi dengan biji nangka, pencucian, penirisan, penggorengan, penirisan minyak, dan pengemasan. Pendapatan kotor sebesar Rp. 1.596.000/proses produksi dan pendapatan bersih sebesar Rp. 726.229/proses produksi. Efisiensi agroindustri keripik nangka sebesar Rp.2,19/proses produksi. RCR > 1, berarti agroindustri keripik nangka sudah efisiensi dan menguntungkan. Nilai tambah yang diperoleh sebesar Rp. 5.745,69/Kg dengan rasio nilai tambah sebesar 61,71%. Hal ini berarti nilai tambah yang diperoleh termasuk ke dalam indikator rasio nilai tambah tinggi karena lebih besar dari 40%. 3) Saluran pemasaran yang terdapat pada usaha ini hanya ada 1 yaitu dari produsen ke pedagang kemudian ke konsumen. Lembaga pemasaran pada usaha keripik nangka oleh-oleh Natasya menggunakan pedagang untuk sampai ke konsumen. Biaya pemasaran meliputi biaya transportasi. Margin pemasaran sebesar Rp. 34.000,00/Kg. Profit pemasaran sebesar Rp. 32.166,57/Kg. Efisiensi pemasaran pada agroindustri keripik nangka adalah 1,1% yang berarti pemasaran keripik nangka tergolong pada kategori efisien
No other version available