Art Original
Analisis Pengaruh Konsentrasi Dan Temperatur Ampas Tebu Sebagai Loss Circulation Material (lcm) Terhadap Rheology Lumpur Pemboran
Lumpur pemboran merupakan salah satu faktor yang paling penting dalam suatu operasi pemboran. Permasalahan yang sering muncul dalam sirkulasi lumpur pemboran salah satunya berupa lost circulation. Untuk menanggulangi permasalahan lost circulation maka perlu ditambahkan LCM.Penelitian ini menggunakan ampas tebu sebagai bahan LCM. Ampas tebu memiliki kandungan karbon yang tinggi berupa selulosa sebesar 26-43% dan hemiselulosa sebesar 17- 23% sehingga ampas tebu mampu dimanfaatkan lagi menjadi bahan baku dalam industri perminyakan sebagai material penanggulangan lost circulation. Pada penelitian ini ampas tebu diolah dengan menggunakan metode pemisahan lignin pada selulosa hingga dapat menjadi LCM.Penambahan ampas tebu kedalam lumpur standar dengan massa 1, 1,5, 2 dan 2,5 gr dengan menggunakan temperatur 80oF dan 140oF.Berdasarkan hasil penelitian penambahan ampas tebu pada lumpur pemboran yang digunakan sebagai loss circulation material (LCM) dengan konsentrasi dan temperatur tertentu dikatakan efektif untuk mencegah terjadinya permasalahan loss circulation. Dari hasil pengujian rheology lumpur pemboran dengan penambahan massaadditive ampas tebu dapat meningkatkan nilai rheology lumpur pemboran, namun seiring dengan kenaikan temperatur hingga 140oF mengakibatkan penurunan nilai rheology lumpur. Hasil pengujian filtration loss semakin banyak penambahan massa additive dan semakin tinggi temperatur maka nilai filtration loss akan menurun sedangkan pada pengujian mud cake dengan penambahan massa additive dan kenaikan temperatur mengakibatkan nilai mud cake semakin bertambah
No copy data
No other version available