Art Original
Analisis Sensistivitas Pengaruh Geomekanik Terhadap Keberhasilan Hydraulic Fracturing Pada Reservoir Shale Gas
Shale gas memiliki permeabilitas < 0,1 mD dan porositas berkisar 2% - 8% untuk memproduksi gas agar naik ke surface melalui pekerjaan hydraulic fracturing dan horizontal drilling. Geomekanika merupakan salah satu bagian penting yang mempengaruhi keberhasilan hydraulic fracturing job. Teknologi pada fracking menjadikan geomekanika faktor yang jelas dalam memprediksi keberhasilan atau kegagalan batuan dalam berdeformasi serta mengetahui properti yang akan dihadapi fluida perekah yang nantinya guna melihat efektifitas fluida perekah dalam menahan rekahan. Tingginya biaya operasional perlu untuk dilakukannya kajian lebih lanjut untu mengetahui parameter yang berpengaruh pada saat pekerjaan hydraulic fracturing khususnya dari aspek geomekanik untuk menimalisir kegagalan produksi serta keamanan saat pekerjaan berlangsung. Penelitian yang dilakukan kali ini berfokus pada sensitivitas parameter geomekanika dengan menggunakan simulasi reservoir CMG (GEM) untuk model reservoir dan melakukan Response Surface Methodology (RSM) dalam menyeleksi dan memudahkan saat pengaplikasian dilapangan. Studi sensitivitas ini dilakukan terhadap 5 parameter yaitu stress, poisson ratio, modulus young, biot’s coefficient dan pore pressure. Parameter geomekanika yang paling berpengaruh saat dilakukan hydraulic fracturing job melalui 500 data set menggunakan Analysis of Variance diperoleh R 2 = 0.99 dengan hasil berdasarkan variable importance adalah pore pressure 0.38. Kemudian, modulus young 0,28, tegangan 0,12, rasio Poisson 0,08 dan koefisien biot 0,04.
No copy data
No other version available