Text
KAJIAN TEMPERATURE ASPAL SELAMA PROSES PENCAMPURAN ASPAL HINGGA PEMADATAN
Penelitian ini mengkaji pengaruh variasi temperatur terhadap kualitas campuran aspal panas (Hot Mix Asphalt) mulai dari proses pencampuran di Asphalt Mixing Plant (AMP), transportasi menuju lokasi proyek, hingga tahap pemadatan di lapangan. Latar belakang penelitian didasarkan pada pentingnya pengendalian suhu campuran aspal agar kualitas perkerasan jalan sesuai spesifikasi teknis Bina Marga 2018. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimental dengan pengukuran langsung temperatur campuran aspal pada tahap produksi, transportasi, dan pemadatan, serta pengamatan kondisi lingkungan seperti kecepatan angin dan suhu udara.. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penurunan suhu campuran aspal sangat dipengaruhi oleh jarak dan waktu tempuh, serta faktor eksternal berupa suhu lingkungan dan kecepatan angin. Pada jarak ±142 km dengan waktu tempuh 8 jam, terjadi penurunan suhu rata-rata sebesar 16 °C/jam. Penurunan suhu terbesar umumnya terjadi pada saat penghamparan hingga pemadatan, bukan selama perjalanan. Apabila suhu campuran turun di bawah 130 °C, kepadatan aspal tidak tercapai secara optimal sehingga mengurangi kualitas perkerasan. Kesimpulan penelitian ini menegaskan bahwa variasi temperatur berperan signifikan terhadap kualitas pemadatan campuran aspal. Untuk menjaga mutu perkerasan, waktu pengiriman sebaiknya tidak lebih dari 6–7 jam, penggunaan penutup terpal ganda atau insulasi tambahan pada dump truck sangat dianjurkan, serta perlu dilakukan pengawasan suhu secara berkala. Penelitian ini memberikan rekomendasi teknis bagi peningkatan efisiensi transportasi aspal, serta dapat dikembangkan lebih lanjut dengan menganalisis jenis aspal, gradasi agregat, dan teknologi pemanas ulang di lokasi proyek
No other version available