Art Original
Efisiensi Ekstrak Kulit Pisang Kepok (musa Paradisiaca L) Sebagai Inhibitor Pada Media
Baja ST 37 merupakan baja karbon rendah. Permasalahan yang sering terjadi pada baja karbon ialah korosi. Tanin mempunyai senyawa komplek yang bisa digunakan sebagai inhibitor untuk melindungi logam dari korosi. Kulit pisang kepok menjadi salah satu bahan yang digunakan sebagai inhibitor pengkorosian karena adanya kandungan tanin. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan pengaruh ekstrak kulit pisang kepok pada laju korosi baja karbon rendah dalam media pengkorosian berbeda. Media korosi yang digunakan adalah NaCl, H , dan Air Gambut. Pengujian korosi dilakukan pada konsentrasi inhibitor 0%, 8% dan 10% dengan waktu perendaman 5, 10, 15, dan 20 hari. Dari hasil penelitian, laju korosi terendah diperoleh pada konsentrasi inhibitor 10% yaitu 0,066 mm/y (dalam NaCl), 0,08 mm/y (dalam air gambut) dan 9,867 mm/y (dalam asam sulfat). Sedangkan laju korosi tertinggi diperoleh pada konsentrasi tanpa penambahan inhibitor ekstrak kulit pisang kapok. Sementara itu nilai efisiensi inhibitor meningkat pada konsentrasi 8% dan 10%. Efisiensi inhibitor tertinggi pada konsentrasi 10% yaitu 69,6% (dalam NaCl), 68,9% (dalam air gambut) dan 33% (dalam asam sulfat). Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa media yang paling sesuai untuk diaplikasikan dengan ekstrak kulit pisang kepok ini adalah media NaCl dan air gambut.
No copy data
No other version available