Text
Strategi Pengembangan Usaha Salai Lele di Kelurahan Air Dingin Kecamatan Bukit Raya Kota Pekanbaru ( Studi Kasus Usaha Salai Lele Sedap Bakat )
SUHERI (184210521) Strategi Pengembangan Usaha Salai Lele Di Kelurahan Air Dingin Kecamatan Bukit Raya Kota Pekanbaru (Studi Kasus Usaha Sedap Bakat). Usaha salai lele merupakan usaha digemari karena kebutuhan ikan lele tidak pernah berkurang sebab tingkat konsumsi masyarakat akan ikan lele selalu bertambah, kebutuhan masyarakat terhadap ikan lele menunjukkan bahwa peluang dalam bisnis ini masih bisa berkembang menjadi lebih besar salah satunya adalah dengan mengoptimalkan proses pengembangan usaha. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis: (1) Karakteristik dan profil usaha Salai Lele, (2) Analisis pengembangan usaha salai lele teknologi produksi, proses produksi, biaya, pendapatan, keuntungan dan efisiensi, (3) Strategi pengembangan usaha salai lele. Penelitian ini dilakukan di kelurahan air dingin kecamatan bukit raya kota pekanbaru (Studi Kasus Usaha Sedap Bakat) Februari 2025 sampai dengan Juli 2025. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei. Pemilihan responden dilakukan secara sengaja (purposive). Analisis data dilakukan dengan analisis stastistik deskriptif kualitatif, analisis kuantitatif, serta analisis SWOT dan QSPM. Hasil penelitian menunjukkan: (1) Karakteristik pengusaha berada pada kelompok umur produktif bekerja yaitu 49 tahun, lama pendidikan 17 tahun, pengalaman berusaha 15 tahun, jumlah tanggungan keluarga 3 jiwa. Profil usaha salai lele sedap bakat berdiri pada tahun 2010. Skala usaha yang dilakukan adalah usaha mikro. Jumlah tenaga kerja pada proses pengolahan berjumlah 3 orang. (2) Analisis usaha salai lele sedap bakat terdiri dari: Teknologi produksi usaha salai lele sedap bakat yang digunakan yaitu meliputi: timbangan, pisau, gerobak sorong, sarung tangan, baskom, kawat jaring, mesin label dan pedal plastik. Proses pengolahan yang dilakukan mulai dari pemilihan bahan baku, Penyiangan dan pencucian, penataan ikan, Pengasapan ikan, pendinginan ikan, penimbangan, pengemasan dan pelabelan. Biaya produksi diperoleh sebesar Rp 2.537.810/hari, penerimaan diperoleh pengusaha salai lele sedap bakat yaitu sebesar Rp 3.080.000/hari, di peroleh RCR (Revenue Cost Ratio) sebesar 1.21 (3) Strategi pengembangan usaha salai lele di kelurahan air dingin kecamatan bukit raya kota pekanbaru. Prioritas strategi yang dapat dilakukan adalah meningkatan manajemen pemasaran dan teknologi produksi menjadi strategi utama yang perlu dilakukan untuk mengatasi keterbatasan tradisional dan meningkatkan daya saing usaha salai lele di tengah kompetitor sejenis.
No other version available