Text
Proses Interaksi Simbolik Remaja Pecandu Game Online Mobile Legends Di Kelurahan Bambu Kuning Pekanbaru
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses interaksi simbolik remaja pecandu game online Mobile Legends di Kelurahan Bambu Kuning, Pekanbaru. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara dan dokumentasi. Informannya adalah remaja berusia 9–13 tahun yang aktif bermain Mobile Legends lebih dari 6 jam per hari selama minimal tiga bulan terakhir. Teori yang digunakan adalah teori interaksi simbolik yang mencakup komponen mind, self, dan society. Hasil penelitian menunjukkan aspek mind terbentuk melalui pemaknaan simbol-simbol dalam game yang membentuk persepsi terhadap kemampuan diri. Aspek self tergambar dari perilaku bermain yang berulang dan konsisten sebagai bentuk ekspresi identitas diri, serta peran sosial dalam game yang menjadi sumber kebanggaan. Sementara itu, aspek society terlihat dari pengaruh lingkungan sosial dalam game, baik teman sebaya maupun komunitas daring, yang turut memengaruhi perilaku komunikasi, ekspresi emosi, dan pola interaksi sosial remaja. Terdapat kecenderungan perilaku komunikasi yang memperlihatkan gejala perilaku introvert yang gaya komunikasinya hanya terbuka di saat bermain dalam squad atau komunitas digital, bersifat situasional dan tidak selalu tercermin dalam interaksi sosial di dunia nyata.
No other version available