Text
Analisis keuntungan usahatani karet swadaya di kecamatan pangkalan kuras kabupten pelalawan provinsi riau
Tanaman karet (Hevea brasilliesnsis) merupakan salah satu hasil pertanian yang memiliki peranan penting di Indonesia dan banyak menunjang perekonomian negara salah satunya adalah sebagai pemasukan devisa negara. Berdasarkan hal tersebut penelitian bertujuan untuk (1) Menganalisis karakteristik petani karet di Kecamatan Pangkalan Kuras Kabupaten Pelalawan. (2) Menganalisis usahatani karet swadaya di Kecamatan Pangkalan Kuras Kabupaten Pelalawan. (3) Menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi keuntungan usahatani karet di Kecamatan Pangkalan Kuras Kabupaten Pelalawan. Data yang digunakan pada penelitian ini adalah data primer dan data sekunder. Untuk menjawab tujuan penelitian menggunakan analisis statistik deskriptif dan analisis regeresi linear berganda dengan pendekatan OLS (Ordinary Least Square). Berdasarkan hasil penelitian menunjukan bahwa Karakteristik umur petani karet di Kecamatan Pangkalan Kuras Kabupaten Pelalawan tergolong produktif dengan rata-rata 46,72 tahun, lama pendidikan 10 tahun (SMA), jumlah tanggungan keluarga 4 jiwa dan pengalaman 17,37 tahun. Rata-rata penggunaan biaya produksi karet di Kecamatan Pangkalan Kuras Kabupaten Pelalawan sebesar Rp 4.221.214,81/Garapan, Total biaya tersebut terdiri dari atas biaya variabel dan biaya tetap dengan masing-masing nilai sebesar Rp 4.013.469,51/Garapan dan Rp 207.745,30/Garapan. Rata-rata pendapatan kotor sebesar Rp 7.312.436 dan pendapatan bersih adalah sebesar Rp 3.100.953, dengan nilai RCR yang diperoleh sebesar 1,73. Faktor-faktor dominan yang mempengaruhi keuntungan usahatani karet di Kecamtan Pangkalan Kuras Kabupaten secara signifikan adalah upah tenaga kerja, harga pupuk TSP, dan harga pestisida roundup. Sedangkan yang tidak berpengaruh adalah harga karet, harga bibit karet, harga pupuk urea dan harga pestisida gramaxon.
No other version available