Text
HUBUNGAN ANTARA REGULASI DIRI DENGAN RESILIENSI PSIKOLOGIS PADA REMAJA DALAM KELUARGA BERCERAI
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara regulasi diri dengan resiliensi psikologis pada remaja yang berasal dari keluarga bercerai. Regulasi diriadalah kemampuan individu dalam mengendalikan emosi, pikiran, dan perilaku untuk mencapai tujuan jangka panjang. Resiliensi psikologis merupakan kemampuan untuk bangkit dan beradaptasi secara positif dalam menghadapi tekanan atau peristiwa traumatis. Subjek dalam penelitian ini berjumlah 70 remaja di Kota Dumai yang memiliki orang tua bercerai, dengan rentang usia 12–21 tahun. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional, dan pengumpulan data dilakukan melalui skala regulasi diri (Carey et al., 2004) dan skala resiliensi psikologis (Connor & Davidson, 2003). Teknik analisis data yang digunakan adalah uji korelasi Spearman. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan positif yang signifikan antara regulasi diri dengan resiliensi psikologis (r = 0,376, p < 0,01). Artinya, semakin tinggi tingkat regulasi diri yang dimiliki remaja, maka semakin tinggi pula tingkat resiliensi psikologisnya. Penelitian ini mendukung temuan sebelumnya oleh Aryani et al. (2023) dan Alfaruqi & Laksmiwati (2023), yang menyatakan bahwa regulasi diri merupakan salah satu faktor penting dalam membangun ketahanan psikologis pada remaja dalam kondisi keluarga yang tidak utuh.
No other version available