Text
Estimasi Biaya Dan Penjadwalan Struktur Bangunan Gedung Tahanan Badan Narkotika Nasional Provinsi Riau Dengan Pendekatan Building Information Modeling (BIM)
Industri konstruksi di Indonesia terus berkembang, tetapi masih sering menghadapi masalah seperti keterlambatan proyek, biaya yang membengkak, dan kurangnya koordinasi antar pihak. Untuk mengatasi masalah ini, dibutuhkan sistem yang bisa menggabungkan gambar desain, perhitungan biaya, dan jadwal pekerjaan secara digital. Salah satu teknologi yang dapat mengatasi masalah ini yaiu Building Information Modeling (BIM). Meskipun pemerintah telah mengatur penggunaan BIM melalui Permen PUPR No. 22/PRT/M/2018, kenyataannya masih banyak instansi yang belum menerapkannya, termasuk pada proyek pembangunan Gedung Tahanan Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Riau yang masih memakai cara konvensional. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan memanfaatkan data sekunder berupa gambar DED, BOQ, dan time schedule yang diperoleh dari pihak konsultan. Berdasarkan data tersebut, penelitian ini bertujuan untuk melakukan pemodelan tiga dimensi (3D) terhadap objek studi menggunakan pendekatan Building Information Modeling (BIM), menghitung volume pekerjaan (quantity take-off) menggunakan Revit 2023, menghitung estimasi biaya berdasarkan AHSP 2023 Kota Pekanbaru, serta menyusun penjadwalan proyek menggunakan Microsoft Project dan kemudian disimulasikan dalam Autodesk Navisworks untuk menghasilkan visualisasi penjadwalan 4D. Hasil penelitian menunjukkan bahwa BIM mampu menghasilkan perhitungan volume yang akurat, yaitu volume beton Revit sebesar 181,41 m³ dan volume penulangan sebesar 32.729,95 kg. Sedangkan estimasi biaya yang yang didapat sebesar Rp. 1.200.673.836,90, serta hasil simulasi rencana penjadwalan didapatkan selama 63 hari dimulai tanggal 29 Juni 2024 dan selesai tanggal 11 Oktober 2024.
No other version available