Text
Gambaran kebahagiaan pada guru sekolah luar biasa Pelita Nusa
Guru SLB menghadapi tantangan yang kompleks dalam menjalankan tugasnya, seperti tuntutan emosional, beban kerja yang tinggi, serta kurangnya penghargaan finansial. Namun, di balik tantangan tersebut, guru tetap menunjukkan komitmen dan dedikasi dalam mendidik Anak Berkebutuhan Khusus (ABK). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran kebahagiaan pada guru Sekolah Luar Biasa (SLB) Pelita Nusa di Pekanbaru. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara semi terstruktur dan observasi partisipatif terhadap tiga orang guru SLB yang dipilih secara purposive. Kemudian di analisis menggunakan model Creswell. Uji kredibilitas data menggunakan Tringulasi dan Member Check. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebahagiaan guru SLB Pelita Nusa terwujud melalui tiga aspek utama: kesenangan (pleasure), keterlibatan (engagement), dan makna (meaning). Kesenangan tercermin dari kepuasan pribadi saat mengajar dan menjalin interaksi positif dengan siswa. Keterlibatan terlihat dalam ikatan emosional yang kuat antara guru dan ABK, yang menjadi fondasi penting dalam proses belajar-mengajar. Sedangkan makna diperoleh dari perasaan bahwa profesi ini merupakan panggilan jiwa yang berdampak langsung pada kehidupan siswa. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kebahagiaan guru SLB lebih banyak bersumber dari nilai-nilai intrinsik dan relasi emosional, bukan dari aspek material. Oleh karena itu, penting bagi sekolah dan pemerintah untuk memberikan dukungan psikososial dan profesional agar kesejahteraan guru SLB tetap terjaga.
No other version available