Text
PENGARUH PUPUK ORGANIK NANOTEKNOLOGI DAN NPK GROWER TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI KACANG EDAMAME (Glycine max. (L) Merril) PADA TANAH PMK.
Penelitian berjudul “Pengaruh Pupuk Organik Nanoteknologi dan NPK Grower Terhadap Pertumbuhan dan Produksi Kacang Edamame (Glycin max L. Merill) Pada Tanah PMK“ telah dilaksanakan di Kebun Percobaan Fakultas Pertanian Universitas Islam Riau, Kelurahan Air Dingin, Kecamatan Bukit Raya, Kota Pekanbaru, yang berlangsung 3 bulan dari bulan Oktober hingga Desember 2024. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh interaksi dan pengaruh utama Pupuk Organik Nanoteknologi dan NPK Grower Terhadap Pertumbuhan dan Produksi Kacang Edamame (Glycin max L. Merrill) Pada Tanah PMK. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari dua faktor dan 3 kali ulangan. Faktor pertama adalah Pemberian Pupuk Organik Nanoteknologi dengan 4 taraf perlakuan yaitu 0,0,5,1 g per L air dan 1,5 ml per L air dan faktor kedua dosis NPK Grower terdiri dari 4 taraf perlakuan 0,12,24 dan 36 g/plot. Parameter yang diamati yaitu tinggi tanaman, umur berbunga, umur panen, jumlah polong per tanaman, jumlah polong bernas, persentase polong bernas per tanaman, berat polong segar per tanaman. Data pengamatan dianalisis dengan analisis ragam dan dilakukan dengan Uji Lanjut Beda Nyata Jujur (BNJ) pada taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa interaksi pemberian pupuk organik Nanoteknologi dan NPK Grower berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman, jumlah polong per tanaman, jumlah polong bernas, berat polong segar per tanaman, dan tidak berbeda nyata terhadap parameter umur berbunga, umur panen, dan persentase polong bernas per tanaman dengan kombinasi terbaik pupuk organik Nanoteknologi Paten 1,5 g per L air + Imun 1,5 ml per L air dan NPK Grower 36 ml g per plot. Pengaruh utama pupuk organik Nanoteknologi nyata terhadap semua parameter pengamatan, perlakuan terbaik pada 1,5 g per L air paten + 1,5 ml per L air Imun. Pengaruh utama NPK Grower nyata terhadap seluruh parameter pengamatan. perlakuan terbaik pada dosis 36 g per plot.
No other version available