Text
Strategi Pengembangan Usahatani Kopi Liberika (Coffea liberica) di Kabupaten Kepulauan Meranti Provinsi Riau
ABSTRAK Yenny Musrida Mahyuddin. 214221005. Strategi Pengembangan Usahatani Kopi Liberika (Coffea liberica) di Kabupaten Kepulauan Meranti Provinsi Riau. Penelitian ini dibimbing oleh Prof. Dr. Hamdi Agustin,SE, MM dan Assoc Prof. Dr. Ir. Hj. Septina Elida, Msi Petani kopi liberika di Kabupaten Kepulauan Meranti menghadapi berbagai tantangan yaitu rendahnya produktivitas, ketidakpastian harga dan kurangnya pengetahuan tentang praktik budidaya tanaman kopi secara efisien. Strategi pengembangan usahatani kopi penting diidentifikasi untuk merumuskan strategi pengembangan usahatani kopi liberika yang tepat intuk meningkatkan produktivitas, kualitas kopi serta kesejahteraan petani. Tujuan penelitian adalah untuk menganalisis: 1) karakteristik dan profil usahatani kopi Liberika, (2) usahatani kopi Liberika dan 3) strategi pengembangan usahatani. Penelitian ini menggunakan metode survei dengan jumlah sampel sebanyak 72 petani yang dipilih dari 25% populasi kelompok tani. Responden untuk strategi adalah 24 orang yang terdiri dari petani, pedagang, konsumen dan pemerintah. Analisis data yang digunakan adalah statistik deskriptif dan analisis SWOT untuk merumuskan strategi pengembangan usahatani kopi Liberika. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas petani berada pada usia produktif sehingga secara umum fisiknya kuat untuk mengelola usahatani, tingkat pendidikan petani sebagian besar adalah SMP/sederajat, memiliki 4 orang anggota keluarga dan secara umum mempunyai pengalaman usahatani 20-24 tahun. Rata-rata luas lahan yang dikelola petani adalah sebesar 1,09 ha, milik sendiri dan umur tanaman adalah 34,24 tahun yang masih produktif. Tahapan budidaya yang dilakukan petani meliputi perawatan tanaman serta panen dan pasca panen. Faktor produksi meliputi lahan, tenaga kerja dan pestisida. Rata-rata produksi kopi adalah sebanyak 2.967 kg/ha/tahun, Penerimaan mencapai Rp14.698.012/ha/tahun dengan biaya produksi sebesar Rp 7.267.179/ha/tahun sehingga keuntungan usahatani yang didapatkan sebanyak Rp 7.430.833/ha/tahun dengan efisiensi sebesar 1,98 sehingga tergolong efisien dan layak untuk dikembangkan. Strategi prioritas yang perlu diterapkan untuk pengembangan usahatani kopi Liberika berdasarkan analisis SWOT adalah peningkatan produksi untuk memenuhi permintaan pasar dan menjaga stabilitas pendapatan petani (strategi SO), peningkatan kualitas SDM melalui pelatihan (strategi WO), pembentukan koperasi petani untuk menghadapi tekanan pasar dan kebijakan (strategi WT), serta pemanfaatan kualitas kopi Liberika untuk bersaing dengan produsen dari luar daerah (strategi ST).
No other version available