Text
Analisis Agroindustri Dan Pemasaran Kopra Di Kelurahan Kempas Jaya Kecamatan Kempas Kabupaten Indragiri Hilir Provinsi Riau
Analisis Agroindustri dan Pemasaran Kopra di Kelurahan Kempas Jaya Kecamatan Kempas Kabupaten Indragiri Hilir. Dibawah bimbingan Ibu Sisca Vaulina, SP, MP. Tumbuhan kelapa merupakan tumbuhan yang hampir semua bagiannya dapat dimanfaatkan oleh manusia, sehingga dianggap sebagai tumbuhan serbaguna, khususnya bagi masyarakat pesisir. Dalam meningkatkan nilai jual maka harus dilakukan proses penjemuran daging buah kelapa menjadi kopra. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis: 1) Karakteristik pengusaha dan pedagang serta profil usaha kopra, 2) Usaha agroindustri kopra, 3) Pemasaran kopra. Penelitian dilaksanakan di di Kelurahan Kempas Jaya Kecamatan Kempas Kabupaten Indragiri Hilir dari bulan Januari sampai Juli 2024. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah metode survei. Data dianalisis secara deskriptif kualitatif, kuantitatif, dan analisis statistik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakerisik pengusaha dan pedagang berada pada kategori umur produktif, pendidikan 12 tahun / SMA, dengan pengalaman usaha rata-rata selama 9,5 tahun serta jumlah tanggungan keluarga rata-rata 3 jiwa. Usaha kopra di daerah penelitian merupakan usaha perseorangan, modal usaha awal rata-rata sebesar Rp. 30.500.000 dengan sumber modal yang berasal dari modal sendiri. Luas rata-rata lahan usaha agroindustri kopra di Kelurahan Kempas Jaya adalah 397 m2. Teknologi produksi kopra masih dilakukan dengan cara sederhana sehingga dalam proses pengolahan tidak membutuhkan alat dan peralatan yang canggih, cukup dengan alat dan peralatan sederhana. Proses produksi kopra meliputi pengupasan sabut kelapa hingga pengemasan kopra. Jumlah bahan baku rata-rata 6.950,00 Kg/Proses Produksi, penggunaan bahan input lain dalam satu kali proses produksi adalah karung waring 69,50 lembar, tali rafia 1 Roll dan belerang 3,48 Kg. Jumlah rata-rata penggunaan tenaga kerja keseluruhan sebesar 40,69 HOK/Proses Produksi. Total biaya produksi sebesar Rp. 22.768.040,74/proses produksi. Jumlah produksi 3 Kg/proses produksi. Pendapatan kotor sebesar Rp. 39.962.500,00/proses produksi dan pendapatan bersih sebesar Rp. 17.194.459,26/proses produksi. Efisiensi agroindustri kopra sebesar Rp.1,76/proses produksi. RCR > 1, berarti agroindustri kopra sudah efisiensi dan menguntungkan. Nilai tambah yang diperoleh sebesar Rp. 2.941,72/kg dengan rasio nilai tambah yang diperoleh sebesar 51,16%. Hal ini berarti nilai tambah yang diperoleh termasuk ke dalam indikator rasio nilai tambah tinggi karena lebih besar dari 40%. Saluran pemasaran yang terdapat pada usaha ini ada 3 saluran. Fungsi pemasaran pada usaha kopra terdiri dari fungsi penjualan, fungsi pembelian, fungsi penyimpanan, fungsi pengangkutan, fungsi pengolahan, fungsi standarisasi dan grading, fungsi penanggung resiko, fungsi permodalan, dan fungsi informasi pasar. Berdasarkan hasil analisis efisiensi pemasaran, aktivitas pemasaran yang dilakukan lembaga pemasaran pada pemasaran kopra tergolong pada kategori efisien.
No other version available