Text
Pengaruh Perbagai Model Tumpangsari terhadap Pertumbuhan dan Produksi Tanaman Kedelai Edamame (Glycine max (L.) Merril)
Penelitian dengan berjudul “Pengaruh Berbagai model tumpangsari terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman kedelai edamame (Glycine max (L.) Merril). Penelitian ini telah dilaksanakan di Kebun Percobaan Fakultas Pertanian Universitas Islam Riau, selama tiga bulan mulai dari bulan Januari sampai Maret 2025. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Berbagai model tumpangsari terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman kedelai edamame (Glycine max (L.) Merril). Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap dengan lima perlakuan: monokultur (kontrol), single row, double row zig-zag, double row vertical, dan box sistem. Masing-masing satuan percobaan diulang tiga kali dan setiap satuan percobaan terdiri dari 8 tanaman kedelai, dimana 4 tanaman dijadikan sebagai sampel, sehingga diperoleh keseluruhannya yaitu 120 tanaman. Parameter yang diamati meliputi tinggi tanaman, umur berbunga, luas daun, umur panen, jumlah polong per tanaman, berat polong segar, kadar klorofil daun, intensitas cahaya matahari, dan nilai kesetaraaan lahan. Data dianalisis secara statistik dan dilanjutkan pada uji BNJ taraf 5%. Berdasarkan Hasil penelitian menunjukkan bahwa berbagai model tumpangsari berpengaruh nyata terhadap parameter yang diukur. Model double row vertical menghasilkan hasil terbaik, dengan tinggi tanaman mencapai 23,1 cm, luas daun 65,8 cm², 24,93 polong per tanaman, dan berat polong segar 70,03 g per tanaman. Model double row zig-zag menghasilkan hasil terbaik umur berbunga 29 HST serta system monokultur menghasilkan hasil terbaik pada kadar klorofil daun 42,13 klorofil/mm² dan intensitas cahaya 0,75 lux. Dengan demikian, model penanaman tumpangsari double row vertical memiliki potensi kuat untuk meningkatkan pertumbuhan dan produksi edamame, menjadikannya strategi yang menjanjikan untuk pertanian berkelanjutan.
No other version available