Text
Gambaran resiliensi pada dewasa awal yang tidak bekerja (menganggur)
Pengangguran merupakan masalah sosial yang berdampak signifikan terhadap kondisi psikologis individu, khususnya pada masa dewasa awal. Masa dewasa awal merupakan tahap perkembangan yang ditandai dengan berbagai tuntutan kehidupan, seperti bekerja, membentuk keluarga, dan kemandirian finansial. Ketika individu pada fase ini mengalami pengangguran, mereka rentan terhadap stres, kecemasan, perasaan tidak berguna, dan tekanan sosial. Pada individu dewasa awal yang tidak memiliki pekerjaan (menganggur). Latar belakang penelitian ini didasarkan pada masalah pengangguran yang menjadi isu global dan lokal, di mana jumlah angkatan kerja tidak sebanding dengan ketersediaan lapangan kerja. Situasi ini dapat menimbulkan tekanan psikologis, seperti stres dan kecemasan, pada individu yang mengalaminya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Informan penelitian dipilih menggunakan teknik purposive sampling dengan kriteria: dewasa awal berusia 20-25 tahun, perempuan, lulusan SMA, dan telah menganggur selama minimal 1 tahun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keempat subjek memiliki kemampuan resiliensi dengan karakteristik yang berbeda-beda. Mereka mampu mengelola emosi, bersikap optimis, menerima kondisi sulit secara positif, tetap menjalin hubungan sosial, serta mengembangkan spiritualitas sebagai sumber ketenangan dan motivasi. Dukungan dari keluarga dan lingkungan sosial turut berperan dalam mempertahankan daya juang mereka selama masa pengangguran.
No other version available